Sabtu, 02 November 2024

LEWAT MUBES PERTAMA MANTABKAN KOMITMEN BERSAMA

Hari itu, sabtu (02/10/2024), di rumah Cak Keso, nama aslinya Bimo Santoso, anggota GRRM Surabaya, yang juga penggagas berdirinya Yayasan Bumi Cadas Indonesia (BCI), berkumpul menggelar musyawarah besar (mubes) yang pertama.

Konon, kegiatan ini disamping sebagai ajang silaturahmi, juga untuk menyamakan persepsi terhadap visi misi dan tujuan berdirinya Yayasan BCI, yang sudah memiliki akta kelembagaan. Pertemuan dengan suasana santai ini juga untuk membangun komitmen bersama guna mempercepat bergeraknya roda Yayasan dengan program kreatif, dan inovatif yang diusulkan oleh masing-masing anggota.

Ya, melalui mubes, masing-masing anggota dibebaskan mengusulkan mimpinya tentang program yang applicable, sesuai kapasitas yang dimiliki. Jare wong jowo, “wani usul, yo wani mikul”. Untuk itulah dari semua usulan yang terkumpul itu, akan dipilah dan dipilih oleh tim kecil untuk diangkat menjadi program prioritas.

Termasuk usulan agar GRRM dan Ngaji Bareng Sak Ngopine, menjadi program ikonik dari Yayasan BCI, yang harus didukung dan dijalankan bersama-sama secara istiqomah sehingga keberadaannya akan semakin dikenal oleh khalayak ramai.

Sambil nyemil jajanan yang 'berkelas', diantaranya apem, perut ayam, lemper, lumpur, bikang, dan onde-onde, Cak Keso juga bercerita tentang upaya menbangun kerjasama dengan PT Klinko Karya Imaji Tbk, yang berdiri tahun 2016, dan berlokasi di Gresik.

Sesuai informasi mbah Gugel, PT. Klinko ini merupakan perusahaan penghasil produk kebersihan dengan kandungan material daur ulang limbah tekstil yang telah terimplementasi di 90% produknya melalui aplikasi benang sebagai unsur utama produk seperti kain pel, mop dan keset yang menjadi produk unggulannya.

Hal ini sebagai wujud komitmen PT Klinko Karya Imaji untuk mendukung Program Sustainable Development Goals khususnya Point 12 tentang Responsible Consumption and Production, yang menekankan pada efisiensi dalam penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah yang efektif, dan pengembangan produk ramah lingkungan.

Tentu sebagai aktivis pecinta alam yang kegiatannya bersentuhan langsung dengan upaya pelestarian lingkungan, upaya membangun kerjasama dengan PT Klinko ini perlu disegerakan untuk diwujudkan karena bersinggungan dengan aktivitas Yayasan BCI, terkait dengan upaya membantu mengurangi sampah textile yang mencemari lingkungan.

Artinya, anggota BCI diharapkan mendukung dengan cara mengumpulkan pakaian bekas (gombal) untuk di daur ulang. Dari pada tidak dipakai dan memenuhi lemari/gudang, atau dibuang ke tempat sampah. Lebih baik “dikerjasamakan” dengan Klinko. Dalam hal ini, peserta mubes sepakat yang menjadi koordinator pergombalan adalah Om Joko, Komandan relawan Sisi Barat, (dibantu mas Fikri dan mbak Itoet).

Sungguh, mubes yang di gelar di perumahan Rungkut Asri Barat XV/25, Surabaya sangat istimewa karena didukung oleh sayur asem, bothok tanpa daun lamtoro, dan ayam goreng renyah. Semua suka, cocok dengan udara yang panas dampak perubahan iklim dunia.

Beberapa catatan yang perlu segera di tindak lanjuti diantaranya adalah, pembentukan tim khusus yang akan membahas AD/ART yang disesuaikan dengan visi misi Yayasan, sebagai kompas pergerakan, pengadaan kantor sekretariat, seragam dan pertemuan selanjutnya pasca mubes.

Kumandang adzan asar terdengar. Pertanda mubes harus disudahi dengan segala dinamikanya, dengan segala mimpinya. Sambil berswafoto gaya bebas, peserta mubes mendokumentasikan kehadirannya, bahwa mubes pertama sudah terlaksana. Ada asa tentang perlunya segera mengadakan peningkatan kapasitas anggota BCI, khususnya tentang manajemen organisasi dan public speaking (terkait dengan kemampuan negosiasi).

Akhirnya, mari kita sepakati tentang pentingnya komitmen mengelola kebersamaan ini secara transparan, dan bertanggungjawab. Saling menguatkan tanpa meninggalkan, saling merangkul tanpa memukul. Sehingga, dalam setiap aksi tidak ada dusta diantara kita. Salam Tangguh. [eBas/MingguWage-03102024]

 

 

 

2 komentar:

  1. tetap semangat dan istiqomah untuk belajar menjadi orang yg bermanfaat bagi masyarakat.
    sebagai organisasi sosial yang baru akan berkiprah, program paling utama adalah membangun kedekatan masing2 pihak serta jangan tergesa-gesa bicara profit namun bicaralah bagaimana membangun kepercayaan publik terhadap keberadaan dan kinerja kita.

    BalasHapus
  2. Semoga benar benar dapat menjadi pribadi yg Istiqomah (kata dan laku) shg jargon resik masjid'e resik atine itu benar adanya

    BalasHapus