Minggu, 01 September 2024

WAKTUNYA MENUNGGU MEGATHRUST DENGAN CERIA

 Hari ini, minggu legi (01/09/2024), Vina Panduwinata, si pelantun lagu september ceria, mengingatkan agar kita menyambut bulan September dengan penuh ceria.  Dalam salah satu baitnya, si Burung camar mengatakan, “Kasih, kau singkap tirai kabut di hatiku//kau isi harapan baru untuk menyongsong harapan bersama//september ceria milik kita bersama”.

 Sayangnya, di penghujung bulan September terjadi “Ontran-ontran nasional” gegara partai komunis indonesia melakukan kudeta berdarah yang membunuh para pahlawan revolusi, sehingga menyulut amarah rakyat untuk membalas dengan melakukan pembantaian dimana-mana.

 Ah, tidak usah dibahas, itu hanya sejarah hitam bangsa Indonesia. Kini, diawal bulan September, ketika masyarakat yang bediam di pesisir selatan pulau Jawa dan Sumatera dihimbau untuk menyambut datangnya megathrust yang tinggal menunggu waktu, Mungkin salah satu lirik september ceria bisa diplesetkan menjadi, “di pucuk kemarau panjang yang bersinar menyakitkan, tinggal menunggu waktu kau datang menghantar berjuta derita”.

 Ya, mau tidak mau masyarakat yang berdomisili di daerah yang berpotensi megathrust harus siap menghadapinya sesuai informasi yang diterima. kemuidian siap mengantisipasi, siap memproteksi, siap beradaptasi, dan meningkatkan kapasitas agar memiliki daya lenting pasca megathrust.

 BNPB pun tidak tinggal diam. Menghadapi situasi kegawat daruratan, yang tinggal menunggu waktu, keluarlah surat bernomor B-399/BNPB/D-II/BOP.03.02/08/2024, tanggal 23 Agustus 2024, tentang langkah-langkah kesiapsiagaan zona megathrust.

Isi surat tersebut diantaranya adalah tentang perlunya upaya kesiapsiagaan dalam bentuk mitigasi struktural, maupun non struktural, seperti membangun kapasitas masyarakat dalam melakukan aksi dini untuk selamat jika terjadi gempa dan tsunami. Termasuk juga mengecek kesiapan alat peringatan dini, Tempat Evakuasi Sementara dan Tempat Evakuasi Akhir, Papan informasi, serta keberadaan rambu-rambu dan jalur evakuasi.

 Kemudian yang lebih penting lagi, dan harus disambut dengan ceria (penuh harap), adalah BNPB menghimbau diadakannya edukasi, sosialisasi dan literasi kepada masyarakat sebagai upaya oeningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap risiko gempa dan tsunami. Termasuk meningkatkan koordinasi antar pihak.

 Sungguh, masyarakat harus bersiap diri (penuh harap) dengan ceria menerima edukasi, sosialisasi dan peningkatan literasi kebencanaan yang akan dilakukan oleh BPBD, atau pihak yang ditunjuk. Kira-kira bentuknya model “Hit and Run” atau model pendampingan yang manusiawi ?. Just wait and see.

 Ya, kira-kira kapan surat edaran dari BNPB tertanggal 23 Agustus 2024 itu ditindak lanjuti dalam bentuk penyuluhan atau pelatihan, agar masyarakat di daerah pesisir dapat bersiap diri dengan ceria menyambut datangnya megathrust yang tinggal menunggu waktu.

 Semoga saja himbauan BNPB itu juga disertai dengan anggaran pendukungnya, agar para pihak yang akan terlibat dalam sosialisasi, edukasi dan literasi bersemangat melakukannya (bahkan rebutan untuk dilibatkan). [eBas/ndleming minggu sore durung ngopi]

 

 

 

    

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar