Minggu, 12 Januari 2025

ADA PODCAST DI BASECAMP LORONG EDUCATION

 Ceritanya, Alfin dan Ra Mamak mendapat tugas membuat podcast dalam rangka mendokumentasikan kegiatan yang berbau upaya pengurangan risiko bencana yang dilakukan oleh para aktor yang dianggap sebagai representasi elemen pentahelix.

 “enaknya siapa ya, yang layak ditampilkan di podcast yang “disutadarai” oleh Ra Mamak. Kalau aku menampilkan Jamaah LC, takut tidak disetujui,” Kata Alfin yang bertugas mencari aktor yang akan di undang untuk meramaikan podcast.

 Saya sebagai orang luar yang tidak terlibat dalam proyek podcast, mencoba membantu mencarikan sosok yang layak ditampilkan di podcast. Karena saya sudah kenal dengan Yeka Kusuma, maka sosok inilah yang saya tawarkan ke Alfin, dengan harapan disetujui.

 Rupanya Alfin agak ragu mengundang Yeka yang domisilinya di Kabupaten Malang, terkait dengan masalah honorarium seperti layaknya panitia mengundang nara sumber. Ya, Alfin sambat anggarannya minus.

 Dari pada “kepothokan dan kewirangan”, segera saya menghubungi Yeka lewat japri terkait dengan kegalauan Alfin yang sudah mengeluarkan dana pribadinya untuk nalangi acara podcast, agar layak untuk dibanggakan. (namun mengganggu kesehatan dompet Alfin).

 “siap, Sejak kapan awak dewe jaluk bayaran untuk SRPB,” Kata Yeka membalas japri saya.

 Hehe Yeka lupa bahwa podcast ini miliknya FPRB, bukan SRPB. Ya, wajarlah jika Yeka salah sebut. Karena Yeka memang pernah “membersamai” SRPB sejak awal. Termasuk yang mensupport lahirnya program ikonik SRPB yang bernama arisan ilmu nol rupiah.

 Sungguh, ngundang Yeka untuk ber-podcast-ria itu merupakan pilihan cerdas, dan tidak akan salah pilih. Hal ini mengingat kapasitas yang dimiliki, dan suka duka pengalaman pun pernah dijalani, sehingga layak untuk dijadikan ‘teman bicara’ sambil ngopi.

  Singkat cerita, hari minggu (12/01/2025) pagi, Yeka berdua istri naik mobil warna merah “merapat” di basecamp LC dengan penuh senyum seduluran. Gayanya tetap, tidak berubah dengan rokoknya. Hanya makin gemuk, terbukti perutnya semakin “mbangir” lambang kemakmuran dan kebahagiaan.

 Sebelum podcast dimulai, Ning Zada sebagai host, menyempatkan diri ngobrol tipis-tipis dengan Yeka tentang materi yang akan di obrolkan di depan kamera, yang dioperasikan Cak Toif, agar hasilnya optimal antara gambar dan suara. Sehingga layak dipublikasikan sebagai unggulan.

 Ya, karena Yeka punya segudang pengalaman di bidang kebencanaan dan tidak pelit untuk berbagi ilmu dan pengalaman, maka proses podcast pun berjalan sesuai harapan yang dirancang Alfin, Cak Toif dan Ra Mamak (dibelani ora turu).

 Ya tiga sekawan ini memang tidak diragukan lagi dedikasi dan loyalitasnya dalam menunaikan tugas. Mungkin, mereka menganggap bahwa tugas adalah ladang amal yang patut digapai dengan penuh semangat dan istiqomah.

 Kawan-kawan yang berkesempatan hadir di basecamp LC, sangat senang dapat bertatap muka langsung dengan Yeka yang banyak cerita untuk menambah wawasan, bahkan dari ceritanya, seringkali menginspirasi untuk membuat aksi.

 Istrinya, yang juga mantan aktivis mapala bilang, bahwa Yeka itu seperti perpustakaan berjalan yang kaya ilmu, dan pengalaman, untuk kemudian dibagikan kepada berbagai pihak. Makanya tidak aneh, jika Yeka banyak dikenal oleh berbagai kalangan.

 Adzan asar berkumandang diiringi rintik hujan. Makanan dengan menu sop, pepes pindang, ayam kecap dihidangkan Alfin dan Cak Bogank untuk dinikmati bersama. Sementara mBak Ratna yang datang membawa durian, minta gorengan iwak asin kesukaannya.

 Rupanya prinsip SMP (sudah makan pulang) diterapkan oleh semua yang hadir. Ra Mamak mohon diri pulang menuju Sampang, Cak Toif ke Sidoarjo, mBak Ratna ke Pasuruan, dan Yeka ke Malang.

 Semua pulang membawa kesan masing-masing. Satu harapan, agar pertemuan di basecamp LC bermanfaat sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dalam arti sebenarnya, bukan slogan bombastis yang menguntungkan segelintir pihak.

 Kini basecamp LC telah sepi kembali. Pelan-pelan Alfin mulai merapikan dapur dengan membuang sampah, korah-korah  dan berbenah, termasuk mulai menata hati untuk mengajukan reimburse semua pengeluaran untuk suksesnya podcast, entah kepada siapa reimburse itu ditujukan.

 Sambil menikmati rokok kesukaannya, Pria yang masih jomblo ini mulai posting foto kegiatan podcast di grup whatsapp agar diketahui khalayak ramai bahwa di basecamp LC pernah ada kegiatan podcast yang melibatkan Pak Amin ITS, Ki Rebo direktur Surabaya Emergency Response, dan Bang Yeka dari Gimbal ALas sebagai nara sumber, dalam rangka memeriahkan hajatan nasional bulan pengurangan risiko bencana 2025, dimana Jawa Timur menjadi tuan rumah. [eBas/Senin-13012025]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar