Selasa, 16 September 2025

AVIANTO KETUA UMUM MPBI

 Siang itu hari sabtu (13/09/2025) di salah satu  tenda komando di lokasi Jambore F-PRB Jawa Timur yang ke-3,  ada tausyiah dari anggota komisi VIII  DPR RI tentang kebijakan yang terkait dengan kebencanaan.

 Sebenarnya saya hanya ingin ambil foto untuk dokumentasi, setelah itu merapat ke booth nya dompet dhuafa yang punya program Pos Hangat dengan menu andalan kopi gratis.

 namun ternyata disitu ada Kak Kokok, seorang pejabat senior pramuka andalan nasional dan Sam Yeka, dari Komunitas Gimbal Alas sekaligus pendiri Komunitas Mitigasi Nusantara, sedang duduk  bersama peserta lain menyimak sharing session dari narasumber yang diundang.

 Ya, akhirnya saya pun membaur dengan senior idola, saling bersalaman untuk bersulang cerita karena lama tak bersua, dan saling memuji dengan suka hati tanpa rasa dengki.

 "Tadi aku lihat ada yang pakai baju seragam MPBI, tapi kok gak kelihatan mas Avianto ya?," Kataku kepada Kak Kokok.

 "Urung kenal po ?, lha kuwi wonge ning ngarep," Kata Kak Kokok dengan logat Jokjanya.

 "secara virtual aku wis kenal sering ketemu dan berbantah di webinar, tapi belum pernah ketemu secara offline," Kataku sambil melihat sosok ganteng yang sibuk mendokumentasikan keriuhan di tenda.

 "Yo kuwi wonge," Kata Kak Kokok meyakinkan.

 Lho iyo ta ?, kok beda ya ketika melihat fotonya yang selalu muncul disaat webinar. Saya pikir posturnya ‘ramping’ ternyata gendut perutnya, kayak bapak-bapak pejabat, sebagai tanda hidupnya makmur. Namun gayanya tetap mbois, gerakannya lincah, dan langkahnya cepat saat menuju Pos Hangat.

 “Mas Avi ya ?, Alhamdulillah saya berkesempatan bertemu langsung dengan idola yang selama ini hanya bisa melihat fotonya saat webinar,” Kata saya sambil bersalaman.

 Tanpa curiga, dengan senyumnya yang khas kami berdua langsung akrab ngobrol di samping tenda. Ternyata mas Avi orangnya enak semanak diajak ngobrol. Apalagi jika obrolan mengarah kepada masalah kebencanaan dengan segala variannya. Termasuk bagaimana membentuk dan menggerakkan para pihak yang ada di dalam F-PRB agar dapat berjalan bersama dalam kesetaraan sebagai mitra kritis BPBD.

 Sambil berdiri tanpa wedang kopi, saya bilang tulisan mas Avi apik, enak dibaca dan menarik untuk didiskusikan. Ini bisa dimaklumi karena beliaunya itu sekolahnya di luar negeri dan ijasahnya dijamin benar-benar asli. Cocok menjadi ketua umum MPBI yang pandai mengatur dan mau diatur.

sekedar diketahui bahwa masyarakat penanggulangan bencana indonesia (MPBI) yang didirikan pada tanggal 3 Maret 2023 merupakan  wadah inklusif yang menyatukan berbagai pihak: masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan komunitas, sebagai ruang belajar bersama dan berbagi ilmu tentang pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim. Tidak ada ruginya jika komunitas relawan bergabung ke dalam MPBI. 

 Mengingat mas Avi didatangkan ke arena Jambore yang berlokasi di Pantai Grand Watudodol, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, sebagai salah satu orang penting, maka saya harus tahu diri untuk segera mengakhiri pertemuan.

 Sebagai penggemar, sebenernya pengen ngajak foto bersama idola, tapi sungkan. Untungnya mas Avi mengajak foto bersama. Jadinya ya seneng benget, walaupun hasilnya kayak novel yang berjudul  ‘Beauty and the Beast’. ya itulah salah satu bentuk keseimbangan alam. ada yang ganteng pun apa yang kurang ganteng.

 Sebelum pisahan, mas Avi sempat bilang, ajak saja Pak Papang dolan ke BPBD Kota Surabaya untuk memfasilitasi terbentuknya F-PRB Kota Surabaya. Saya mengiyakan walau sesungguhnya tidak berani merealisasikan karena bukan kapasitas saya.

 Kami berdua pisahan, dia ke kanan tenda, sedang saya ke kiri menuju Pos Hangat nikmati kopi ekspresso, buatan tangan lentik dari dara manis anggota Dompet Dhuafa. Benar Kata relawan disebelah saya, kopi ekspresso itu pahitnya hampir sama dengan jalannya kehidupan seorang relawan. Wallahu a’lam bishowab. [eBas/Rabu-17092025]  

 

 

 

3 komentar:

  1. terimakasih kepada panitia Jambore F-PRB Jatim yang telah bersusah payah mengkondisikan Pantai Grand Watudodol Banyuwangi sebagai tempat silaturahmi temu kangen dan berbagi cerita pengalaman dalam menjalankan perannya dalam PRB.
    semoga rekomendasi yang telah disepakati ada tindak lanjutnya.

    ma acih atas keramah tamahannya dalam menyambut peserta Jambore.

    BalasHapus
  2. kolaborasi itu penting tapi perlu komitmen sehingga kolaborasi itu dapat berjalan secara rutin sebag upaya penongkatan kapasitas dan memperertat persahabatan lintas pihak

    BalasHapus