Jumat, 27 Maret 2026

GAGASAN CERDAS RONI NOOR ADAM RELAWAN SIAGA KOTA

 Roni Noor Adam, salah satu dedengkot Siaga Kota, dalam komentar panjangnyanya di grup whatsapp, diantaranya  mengatakan bahwa, relawan Siaga Kota berharap untuk dilibatkan dalam sistem yang baru ini. Kami ingin terus berkontribusi dan menyalurkan niat baik dalam mendukung pembangunan Kota Surabaya, khususnya di bidang kedaruratan Kota.

 “Kami juga menyatakan kesiapan untuk diundang dalam kegiatan peningkatan kapasitas dan keterampilan, agar para relawan dapat menjadi lebih terlatih, terarah, dan profesional,” Komentarnya.  

 Dikatakan pula bahwa, telah dilakukan pendataan relawan yang berada di bawah naungan Siaga Kota, lengkap dengan minat dan bakat masing-masing, sehingga dapat disinergikan dengan program pelatihan yang akan dilaksanakan ke depan.

 Sementara itu, Muhammad, salah seorang anggota bilang bahwa, sebagai relawan, harus siap mengikuti kebijakan serta program yang akan diterapkan demi kelancaran koordinasi di lapangan.

 “Harapan kami, relawan yang benar-benar memiliki niat membantu kota dirangkul dan diarahkan agar menjadi relawan yang lebih tertib, terdidik, dan profesional dalam mendukung kegiatan kedaruratan di Kota Surabaya, dan meminimalisir oknum relawan yang tidak bertanggung jawab,” Ujarnya.

 Ada juga yang bilang bahwa Surabaya banyak sekali relawannya, hanya saja belum ada wadah yang bisa jadi penaung para relawan untuk dijadikan tempat berproses menjadi relawan yang terdidik, ter arah, terdata, dan profesional. Untuk itu semoga Siaga Kota dapat menjadi wadah relawan kota surabaya, yang lebih solid, terarah, dan terpercaya, untuk menghindari oknum relawan yang nakal.

 Komentar Roni pun mendapat respon positif dari semua anggota grup. Semuanya setuju jika ada ‘penataan’ dalam rangka peningkatan kapasitas relawan. Tinggal bagaimana mematangkan gagasan Roni Noor Adam agar segera terwujud.

 Apa perlu diadakan jagong bareng sambil ngopi untuk merumuskan gagasannya Roni dalam sebuah aksi ?. termasuk menata dan mengevaluasi peran yang selama ini dimainkan oleh Siaga Kota. Untuk itu, harus ada sosok yang berani mengawali dan mau repot menyelenggarakan jagong bareng maupun pelatihan untuk meningkatkan kapasitas relawan Siaga Kota.

 Harus ada inisiatif mandiri untuk membuat aksi. Tanpa itu, gagasan Roni akan berhenti di ranah gagasan saja. Sedangkan kalau mengandalkan “uluran tangan” pemkot yang membidangi, tentu harus menunggu tanpa batas waktu. Mengingat saat ini sedang musimnya efisiensi anggaran. Wallahu a’lam bishowab. [eBas/Jumatpon-27032026]

 

 

1 komentar:

  1. menurut info surabaya memang banyak komunitas relawan namun banyak yg lebih bergerak sendiri dikarenakan kemampuan financialnya juga kelengkapan sarprasnya dan adanya perasaan superior shg tidak mau bergabung dalam sebuah wadah. hal inilah yg menyebabkan sulit dibentuk sebuah wadah yg menjadi tempat belajar, berkoordinasi, berkomunikasi dan bertukar pengalaman untuk meningkatkan kapasitas. juga sebagai ajang memperluas jejaring kemitraan.

    sebuah PR buat Roni Nur Adam dan kawan2 Siaga Kota

    BalasHapus