Sungguh, kawan-kawan anggota GRRM Kota Gresik ‘jian matoh tenan’. Betapa tidak, sebagai pendatang baru yang usianya masih satu tahun, sudah dapat menyelenggarakan perayaan ulang tahunnya yang pertama dengan semarak dan semanak dalam suasana akrab bersahabat. Mungkinkan mereka dapat berbuat seperti ini karena ada ‘dekengan dari pusat’ ?.
Sungguh, keakraban dan kebersamaan itu sangat terasa sekali. Walaupun guyonannya kadang sedikit agak kasar. Ya begitulah karakternya. Di balik semua itu tampak kesetaraannya yang egaliter. Menjunjung nilai-nilai gotong royong, saling mendukung dan menghargai kemampuan masing-masing individu dalam melakukan aksi resik resik Masjid.
Ya, mereka bisa begitu mungkin karena sama-sama mantan aktivis pecinta alam yang hebat di masa mudanya dan semakin bijak berkegiatan diusia yang semakin renta.
Buktinya, semua peserta dari berbagai daerah yang baru datang langsung disodori lembar absen (registrasi). setelah itu diberi sebotol air minum kemasan dalam botol 600 Ml, dan sebungkus nasi krawu khas Kota Pudak, dengan sambal hitamnya. Rasanya haucek, mantab enak gurih. Tidak seperti biasanya, harus membeli dulu agar dapat menikmatinya.
Juga tersedia gedang godok, cocok untuk mereka yang sedang mengendalikan asam urat, kolesterol dan penyakit tua lainnya. Begitu juga kopi dan teh tersedia, tinggal pilih sesuai selera. Juga ada gorengan rondo royal, kue cucur, perut ayam, dan masih banyak lagi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa dan Ketua Pokdarwis. Ini menunjukkan bahwa kawan-kawan telah berhasil membangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak. Salah satunya pihak pemerintah. Tinggal bagaimana mengkondisikan agar dapat membuat kegiatan kolaboratif antar para pihak, sehingga berdampak postif bagi masyarakat dan upaya pelestarian lingkungan hidup.
Sebelum kue ulang tahun dan tumpeng mbois dipotong untuk dibagi, Masing-masing perwakilan memberi ucapan selamat dengan harapan makin bersemangat dalam menjalankan programnya penuh Istiqomah.
Adapun acara yang paling seru dan ditunggu adalah makan siang bersama dengan menu kepiting yang entah diberi bumbu apa, yang jelas pedasnya hanya semriwing sehingga enak dinikmati oleh mereka yang giginya mulai rapuh.
Disamping itu juga ada bothok, trancam, ayam goreng, dan kerang hijau. Semua lahap menikmati hidangan yang diolah sendiri oleh emak-emak anggota GRRM Kota Gresik. Seandainya ada es legen khas Gresik, pastilah ceritanya akan semakin seru.
Waktu solat asar telah menjelang, sementara perut sudah kenyang. Foto bersama pun juga telah diabadikan oleh tukang foto dadakan, dengan harapan segera di posting di grup whatsapp.
Terima kasih teman, di kawasan wisata mangrove Kalimireng, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, telah kita torehkan bersama tentang indahnya persahabatan dalam kebersamaan menjalin silaturahmi keluarga besar GRRM Jatim..
Tentang sebuah upaya istiqomah dalam membangun ladang amal sesuai hadist Nabi yang berbunyi, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia’, melalui kegiatan membersihkan Masjid, juga membersihkan hati agar mendapat ridho Illahi.
Ya, Arek Gresik memang matoh sebagai tuan rumah yang menerapkan konsep ‘gupuh, lungguh, lan suguh’. Hal ini terbukti, makanan, jajanan dan minuman yang disajikan sangat berlebih, mengenyangkan dan memanjakan peserta yang datang dari berbagai daerah. Saking berlebihnya, banyak yang ‘mbungkus’ untuk nyemil diperjalanan agar tidak ngantuk.
Mohon maaf jika banyak peserta yang makannya tidak sedikit. Itu semua karena menu kepitingnya yang tepat dihidangkan saat perut terasa lapar. Sampai jumpa di lain hari. Teriring pantun, Lemah teles, Gusti pangeran sing bales. [eBas/Senin-28102024]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar