Senang rasanya berkesempatan mengikuti salah satu kegiatan dari Komunitas relawan Basecamp Juanda coffee (BJC), yaitu kegiatan berbagi nasi bungkus, sebagai bentuk komitmen dan konsistensinya dalam menebar rasa peduli kepada sesamanya yang membutuhkan.
Atas budi baik Nanang yang berkenan mengantar ke titik kumpul yang sedang sibuk mempersiapkan nasi bungkus sambil ngobrol 'bersulang kata' akrab bersahabat antar sesama anggota yang memiliki waktu untuk hadir di situ.
Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (10/09/2026) malam, menyasar para pekerja informal, seperti tukang becak, pasukan kuning, tukang parkir, pemulung, dan tunawisma, yang berada di sekitar Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.
Ahmad Miskan, yang menjadi sesepuh BJC, mengatakan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam pergerakan sosial seperti ini, sehingga diperlukan dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan untuk menjaga kekompakan komunitas.
"Tantangan terbesar bukanlah memulai, melainkan bagaimana menjaga semangat agar tetap istiqamah. Ingat, setiap bungkus nasi yang disalurkan itu merupakan amanah dari para donatur, yang harus kita jaga bersama," Harapnya.
Ditambahkan oleh pria paruh baya ini, bahwa sekecil apapun kontribusi yang diberikan oleh anggota komunitas maupun para donatur, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
"Kami berharap gerakan ini tidak berhenti disini, namun juga bisa menginspirasi lebih banyak komunitas untuk melakukan aksi-aksi sosial yang bermanfaat bagi sesama," Tambahnya.
Apa yang disampaikan oleh sesepuh BJC ini hendaknya dapat menjadi renungan bersama dalam berkomunitas, sebagai ajang mempererat liaturahmi antar anggota maupun lintas komunitas, namun tetap memperhatikan kehidupan rumah tangganya masing-masing yang sakinah mawadah wa rahmah.
Apalagi, info yang didapat mengatakan bahwa domisili anggota BJC itu saling berjauhan, serta tuntutan pekerjaan yang berbeda, sehingga harus dimaklumi dan saling memahami jika setiap ada pertemuan, ada saja yang tidak dapat hadir karena sesuatu dan lain hal. Namun percayalah semua sepakat dengan peribahasa ‘Jauh dimata Dekat dihati’. itulah mungkin makna dari istilah seduluran sak lawase.
Info lain yang didapat adalah, adanya rencana BJC menggelar Anniversary, yang akan dihadiri oleh berbagai komunitas sebagai wadah silaturahmi temu kangen antar para pegiat sosial kemanusiaan, dimana tempat, tanggal dan agenda sedang disusun oleh pengurus. Tentu harapannya semua aktivisnya, cancut tali wondo nyengkuyung bareng-bareng, menyingsingkan lengan baju untuk bersama mensukseskan hajatan besar anniversary BJC.
Sementara itu Sumariati, ketua R-BES, salah satu komunitas yang tergabung dalam BJC, mengatakan kegiatan berbagi nasi bungkus ini merupakan salah satu program positif, yang layak dicontoh mengingat manfaatnya sangat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
"Tidak ada salahnya jika program seperti ini dikolaborasikan banyak pihak untuk membangun kepedulian sekaligus mempererat persahabatan. Mohon maaf tidak dapat hdir dikarenakan pada saat yang sama ada rapat komunitas," Pungkasnya.
Usai mengikuti acara bagi-bagi nasi bungkus, kamipun langsung pisahan pulang ke rumah masing-masing, terpaksa jalan pelan-pelan agar tidak kehabisan bensin. Menikmati malam sambil tolah toleh mencari Pom Bensin, dengan sedikit ndredek takut nuntun motor. Akhirnya ketemu Pom Bensin yang hanya menjual pertamax, karena stok pertalitenya habis. Alhamdulillah plong rasanya.
Seperti biasanya sebelum pulang ke rumah mampir dulu di warkop langganan, melepas penat dan menikmati serunya muter-muter Pasar Sepanjang untuk berbagi kebaikan kepada mereka yang layak kebagian. Semoga menjadi ladang amal bagi anggota BJC semua. Aamiin … [eB]

tetap semangat.
BalasHapusmalam itu abah Miskan bilang tentang adanya gagasan untuk bikin acara ReLa (resik-resik Mushola). tentu ini perlu direncanakan dengan matang karena memerlukan banyak sarana prasarana pendukung untuk memperlancar gerakan. seperti harus punya alat vacuum cleaner portable, sapu, kemucing, alat pel pelan, tangga, sikat lantai, lap kaca dan lainnya. termasuk armada pengangkut sarpras.
yg penting ada gagasan baru yang patut diapresiasi dari pada tidak ada sama sekali