Minggu, 19 Januari 2025

TETAP ISTIQOMAH DALAM GERAKAN RESIK RESIK MASJID

 Sungguh istimewa kegiatan resik resik Masjid kali ini. Betapa tidak, Masjid Miftahul Huda di daerah Rangkah Buntu, kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, yang menjadi sasaran Cak Mad dan kawan kawan mendapat dukungan pengurus Masjid dan warga sekitar, khususnya terkait logistik dan tenaga.

 Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (19/01/2025) juga mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas NU Surabaya (UNUSA) sejumlah 30 personil. Keikutsertaan mereka berkolaborasi dengan GRRM Surabaya itu dalam rangka melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat terkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3).

 Semoga niat baik mahasiswa UNUSA ini tidak hanya menggugurkan kewajiban semata, setelah itu “plencing” hilang tanpa kesan karena kepentingannya sudah terpenuhi. Ya jangan sampai kegiatan yang diikuti pertama kalinya ini juga menjadi yang terakhir. Semoga setelah kegiatan ini, mahasiswa UNUSA tidak muntaber, mundur tanpa berita. 

 Disamping kehadiran mahasiswa jurusan K-3, ada hal yang istimewa. Yaitu, kegiatan ini menjadi penanda masuknya kembali kawan-kawan generasi awal, para pelaku kegiatan yang diberi nama Gerakan Bersih Masjid Surabaya.

 Mustofa Klewer, dalam postingannya bilang, Assalamualaikum Sahabat GRRM Surabaya, ijin share dokumentasi video perdana kegiatan kita yang diawalnya bernama Gerakan Bersih Masjid Surabaya. Alkhamdulilah  sekarang Berkembang dan berubah nama menjadi Gerakan Resik-Resik Masjid. Bismilah pengen istiqomah kembali.

 “Selamat bergabung kembali di group habis gelap terbitlah terang. Monggo mas masku kita ramaikan lagi Gerakan Resik-Resik Masjid. Ojok sungkan-sungkan bertanya biar tidak salah paham,” Katanya sambil membagikan video perdana tentang aktifitas membersihkan Masjid karya Mas Fajar, dengan “caption” yang menyentuh nurani, sekaligus penyemangat gerakan.

 Semua anggota grup whatsapp Bumi Cadas Indonesia menyambut dengan gembira, karena personilnya akan semakin banyak, tentunya akan semakin kuat dan solid dalam berkegiatan. Syada, dalam komentarnya bilang, Mantaaaappp, Semoga makin indah gerakan ini

 “Alhamdulillah, Semoga tahun 2025 membawa berkah bagi kita semua. GRRM Surabaya semakin solid dan Istiqomah. Aamiin…,” Ujar Achfandi yang sering bekerja di luar Kota.

 Ya, Disinilah, kita belajar bersama menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama melakukan kerja-kerja sosial kemanusiaan dengan penuh istiqomah agar mendapat berkah menuju Jannah.

 Ya, sekitar 50 personil tumplek blek di Masjid Miftahul Huda. Bergotong royong membersihkan bagian-bagian Masjid yang terjangkau oleh peralatan yang dimiliki. Bagitu juga pengurus Masjid, ikut menyingsingkan lengan baju, turut membersihkan lingkungan Masjid.

 Acara diakhiri dengan makan siang bersama, menunya nasi sayur sop, ditemani tahu, tempe, perkedel dan kerupuk. Sementara gorengan, air mineral, es teh, wedang jahe, dan kopi sangat melimpah, sumbangan dari berbagai pihak dengan konsep susu tante (sumbangan sukarela tanpa tekanan).

 Acara penutup berupa sambutan dari Cak Mad, selaku ketua rombongan, sekaligus menyampaian “souvenir” dari hamba Alloh, serta ucapan terima kasih dari takmir Masjid. kemudian berdoa bersama untuk keberkahan semua yang terlibat.

 Seperti biasanya, sebelum meninggalkan tempat, semua ikut “menyelamatkan” peralatan agar tidak tertinggal dan berfoto bersama sekaligus membuat video untuk mendokumentasikan semua aktifitas yang bermanfaat bagi sesama. Wallahu a’lam bishowab. [eBas/Minggu-19012025]

 

 

 

 

Minggu, 12 Januari 2025

ADA PODCAST DI BASECAMP LORONG EDUCATION

 Ceritanya, Alfin dan Ra Mamak mendapat tugas membuat podcast dalam rangka mendokumentasikan kegiatan yang berbau upaya pengurangan risiko bencana yang dilakukan oleh para aktor yang dianggap sebagai representasi elemen pentahelix.

 “enaknya siapa ya, yang layak ditampilkan di podcast yang “disutadarai” oleh Ra Mamak. Kalau aku menampilkan Jamaah LC, takut tidak disetujui,” Kata Alfin yang bertugas mencari aktor yang akan di undang untuk meramaikan podcast.

 Saya sebagai orang luar yang tidak terlibat dalam proyek podcast, mencoba membantu mencarikan sosok yang layak ditampilkan di podcast. Karena saya sudah kenal dengan Yeka Kusuma, maka sosok inilah yang saya tawarkan ke Alfin, dengan harapan disetujui.

 Rupanya Alfin agak ragu mengundang Yeka yang domisilinya di Kabupaten Malang, terkait dengan masalah honorarium seperti layaknya panitia mengundang nara sumber. Ya, Alfin sambat anggarannya minus.

 Dari pada “kepothokan dan kewirangan”, segera saya menghubungi Yeka lewat japri terkait dengan kegalauan Alfin yang sudah mengeluarkan dana pribadinya untuk nalangi acara podcast, agar layak untuk dibanggakan. (namun mengganggu kesehatan dompet Alfin).

 “siap, Sejak kapan awak dewe jaluk bayaran untuk SRPB,” Kata Yeka membalas japri saya.

 Hehe Yeka lupa bahwa podcast ini miliknya FPRB, bukan SRPB. Ya, wajarlah jika Yeka salah sebut. Karena Yeka memang pernah “membersamai” SRPB sejak awal. Termasuk yang mensupport lahirnya program ikonik SRPB yang bernama arisan ilmu nol rupiah.

 Sungguh, ngundang Yeka untuk ber-podcast-ria itu merupakan pilihan cerdas, dan tidak akan salah pilih. Hal ini mengingat kapasitas yang dimiliki, dan suka duka pengalaman pun pernah dijalani, sehingga layak untuk dijadikan ‘teman bicara’ sambil ngopi.

  Singkat cerita, hari minggu (12/01/2025) pagi, Yeka berdua istri naik mobil warna merah “merapat” di basecamp LC dengan penuh senyum seduluran. Gayanya tetap, tidak berubah dengan rokoknya. Hanya makin gemuk, terbukti perutnya semakin “mbangir” lambang kemakmuran dan kebahagiaan.

 Sebelum podcast dimulai, Ning Zada sebagai host, menyempatkan diri ngobrol tipis-tipis dengan Yeka tentang materi yang akan di obrolkan di depan kamera, yang dioperasikan Cak Toif, agar hasilnya optimal antara gambar dan suara. Sehingga layak dipublikasikan sebagai unggulan.

 Ya, karena Yeka punya segudang pengalaman di bidang kebencanaan dan tidak pelit untuk berbagi ilmu dan pengalaman, maka proses podcast pun berjalan sesuai harapan yang dirancang Alfin, Cak Toif dan Ra Mamak (dibelani ora turu).

 Ya tiga sekawan ini memang tidak diragukan lagi dedikasi dan loyalitasnya dalam menunaikan tugas. Mungkin, mereka menganggap bahwa tugas adalah ladang amal yang patut digapai dengan penuh semangat dan istiqomah.

 Kawan-kawan yang berkesempatan hadir di basecamp LC, sangat senang dapat bertatap muka langsung dengan Yeka yang banyak cerita untuk menambah wawasan, bahkan dari ceritanya, seringkali menginspirasi untuk membuat aksi.

 Istrinya, yang juga mantan aktivis mapala bilang, bahwa Yeka itu seperti perpustakaan berjalan yang kaya ilmu, dan pengalaman, untuk kemudian dibagikan kepada berbagai pihak. Makanya tidak aneh, jika Yeka banyak dikenal oleh berbagai kalangan.

 Adzan asar berkumandang diiringi rintik hujan. Makanan dengan menu sop, pepes pindang, ayam kecap dihidangkan Alfin dan Cak Bogank untuk dinikmati bersama. Sementara mBak Ratna yang datang membawa durian, minta gorengan iwak asin kesukaannya.

 Rupanya prinsip SMP (sudah makan pulang) diterapkan oleh semua yang hadir. Ra Mamak mohon diri pulang menuju Sampang, Cak Toif ke Sidoarjo, mBak Ratna ke Pasuruan, dan Yeka ke Malang.

 Semua pulang membawa kesan masing-masing. Satu harapan, agar pertemuan di basecamp LC bermanfaat sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dalam arti sebenarnya, bukan slogan bombastis yang menguntungkan segelintir pihak.

 Kini basecamp LC telah sepi kembali. Pelan-pelan Alfin mulai merapikan dapur dengan membuang sampah, korah-korah  dan berbenah, termasuk mulai menata hati untuk mengajukan reimburse semua pengeluaran untuk suksesnya podcast, entah kepada siapa reimburse itu ditujukan.

 Sambil menikmati rokok kesukaannya, Pria yang masih jomblo ini mulai posting foto kegiatan podcast di grup whatsapp agar diketahui khalayak ramai bahwa di basecamp LC pernah ada kegiatan podcast yang melibatkan Pak Amin ITS, Ki Rebo direktur Surabaya Emergency Response, dan Bang Yeka dari Gimbal ALas sebagai nara sumber, dalam rangka memeriahkan hajatan nasional bulan pengurangan risiko bencana 2025, dimana Jawa Timur menjadi tuan rumah. [eBas/Senin-13012025]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 31 Desember 2024

CATATAN KECILKU DI AKHIR TAHUN 2024

 Jamaah Lorong eduCation (LC) yang berpusat di Perumahan Marina Emas Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya Timur, selama tahun 2024, telah banyak berbuat sesuai terkait dengan upaya peningkatan kapasitas relawan di bidang penanggulangan bencana, serta melakukan sosialisasi/edukasi pengurangan risiko bencana ke berbagai pihak.

 Sungguh ini merupakan capaian yang membanggakan bagi anggota Jamaah LC. Dimana dalam setiap aksinya selalu mengedepankan kebersamaan dan kolaborasi antar komunitas, termasuk dalam hal pendanaan. Sehingga aksi yang dilakukan dapat  berjalan dengan baik dan berdampak nyata bagi sesama.

 Inilah bukti bahwa jika kesepakatan yang diambil secara bersama dan dilaksanakan dengan penuh komitmen, transparan dan bertanggungjawab, maka semuanya berjalan sesuai rencana, tanpa ada dusta diantara aktornya. Jika pun disana sini masih ada kekurangan dan kesalah pahaman, semua itu masih dalam ambang wajar dan dapat diselesaikan saat waktunya rehat kopi.

 Alhamdulillah, banyak sudah anggota Jamaah LC yang kini semakin sukses hidupnya, semakin sibuk dengan pekerjaannya, dengan keluarganya yang menyita waktu. Sehingga wajarlah jika sebagian anggota Jamaah LC mulai jarang ikut meramaikan kegiatan kebersamaan seperti beberapa tahun yang lalu. Itulah bukti anggota Jamaah LC tumbuh dinamis mengikuti gerak jamannya.

 Tahun 2025, beberapa jam lagi akan tiba. Semoga masih ada harapan di tahun yang bershio ular kayu ini keberadaan Jamaah LC tetap ada dengan aksi-aksi nyatanya dalam bentuk sosialisasi/edukasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat dalam rangka ikut membangun ketangguhan menghadapi bencana. Sekaligus ikut meningkatkan kapasitas relawan dengan gaya khas Lorong eduCation.

 Memang tidak mudah, tapi harapan itu tetap harus dihembuskan kepada seluruh anggota Jamaah LC agar tetap memiliki semangat berjamaah ditengah padatnya kesibukan. Karena sesungguhnyalah, kalau bukan anggota Jamaah sendiri yang menghidupi, maka LC akan tinggal nama yang indah untuk dikenang dengan segala aksinya.

 Ya, hidup matinya LC itu merupakan pilihan seluruh anggota Jamaah, seperti halnya dulu ketika awal berkumpul dari warkop ke warkop untuk bersepakat membentuk Jamaah LC dengan segala rencana kegiatannya. Dari awalnya yang hanya omon-omon sambil ngopi kemudian tercetus ide mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas relawan dan aneka kegiatan lanjutannya yang banyak menyita perhatian banyak pihak. Semua itu berjalan sesuai kesepakatan dan indahnya kolaborasi antar pihak.

 Bahkan kini sudah memiliki beberapa barang inventaris yang mendukung kegiatan. Baik itu hibah dari anggota maupun pembelian bersama. Semoga barang inventaris itu semakin bermanfaat mendukung program LC sepanjang tahun 2025, tanpa ada yang hilang lagi.

 Sesungguhnyalah, catatan akhir tahun ini bekan merupakan hasil kesepakatan anggota Jamaah LC. Ini murni pribadi dari salah satu anggota Jamaah. Untuk itu, masing-masing anggota Jamaah diharapkan berkenan menorehkan catatan akhir tahunnya sebagai ajang evaluasi untuk langkah selanjutnya. Karena, sesuangguhnyalah Jamaah LC itu ada merupakan hasil kesepakatan. Begitu juga sebaliknya.

 Selamat tahun baru 2025

Semoga tetap istiqomah belajar menjadi orang yang bermanfaat. [eB/31122024]

 

 

 

 

  

 

 

 

Selasa, 17 Desember 2024

PETA JALAN RELAWAN PENANGGULANGAN BENCANA

 Konon katanya, bencana itu urusan bersama dan menjadi perhatian semua pihak. Sehingga perlu kerja sama dengan banyak pihak. Salah satunya adalah dengan menggandeng relawan kebencanaan.

 Terkait dengan itu, maka Siap Siaga Jatim menggelar Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Relawan Penanggulangan Bencana Jawa Timur. Acara ini diadakan di Hotel Movenpick, Surabaya, Rabu (11/12/2024). Mungkin kegiatan ini dalam rangka mengoptimalkan peran komunitas relawan untuk kerja-kerja penanggulangan bencana. Baik itu disaat pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana.

 Dalam pertemuan ini, Koordinator SRPB Jawa Timur, Rachmad Subekti Kimiawan, mengatakan bahwa peta jalan ini menjadi panduan dalam gerak-langkah yang meliputi organisasi, sistem, jejaring,  program, dan lainnya dalam rangka  mencapai tujuan. Sedangkan manfaatnya adalah untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi, memperjelas tujuan dan arah, optimalisasi sumber daya, serta  meningkatkan fleksibilitas dan adaptasi.

 Apa yang dikatakan Koordinator SRPB Jatim pengganti Dian Harmuningsih di atas, diharapkan dapat menjawab isu-isu kekinian tentang keberadaan relawan penanggulangan bencana. Diantaranya adalah, Kurangnya pelatihan, Kuatnya egosentris dan tidak ada koordinasi antar pihak, serta Kurangnya pemahaman terhadap peran relawan dan kerelawanan.

 Untuk itulah sangat diperlukan adanya upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesionalisme relawan dalam bentuk pelatihan, lokalatih dan sarasehan. Bahkan, jika memungkinkan adalah melakukan sertifikasi relawan sesuai dengan klaster yang ada, dalam rangka peningkatan kapasitasnya.

 Namun demikian, relawan yang telah mengikuti pelatihan, lokalatih, dan sarasehan, hendaknya ada kelanjutannya berupa pembinaan secara berkala. Termasuk pelibatan dalam program pra bencana, respon tanggap darurat bencana, serta penanganan pasca bencana.

 Harapannya, tim penyusun peta jalan relawan penanggulangan bencana itu, juga merekomendasikan perlunya anggaran yang memadai. Tidak hanya untuk upaya peningkatan Sumber daya relawan dan sarana prasarana saja. Namun juga ada anggaran untuk memfasilitasi relawan selama di lokasi bencana dalam rangka membantu BPBD dalam penanggulangan bencana.

 Dengan demikian, tujuan penyusunan peta jalan yang menjadi programnya Siap Siaga Jatim dipenghujung tahin 2024 ini, benar-benar dapat meningkatkan kapasitas relawan dan optimalisasi sumber daya yang mendukung upaya penanggulangan bencana akan makin nyata.

 Disinilah peran BPBD yang didukung oleh Siap Siaga menjadi penting. Karena, segala kebijakan dan anggarannya yang terkait dengan peta jalan relawan itu, ada ditangan mereka. Sehingga nantinya ada keseragaman perlakuan dari pihak BPBD terhadap komunitas relawan yang ada di daerahnya.

 Tidak seperti sekarang, perlakuan relawan di masing-masing daerah sangat tergantung seberapa rasa pedulinya pejabat kepada komunitas relawan penanggulangan bencana. Mari kita tunggu bersama realisasinya di tahun 2025 yang bershio ular kayu atau ular hijau. Salam Tangguh. [eBas/Selasa-17122024]

 

 

Selasa, 19 November 2024

NGOBROL BARENG PARA PASLON CAGUB DAN CAWAGUB JATIM

 Sebuah gagasan spektakuler dari pengurus F-PRB Jatim telah digulirkan dalam rangka menyemarakkan pesta demokrasi rakyat Jawa Timur yang akan memilih gubernur dan wakil gubernur baru. Para kandidat itu adalah, pasangan Lilik-Lukman, Khofifah-Emil, dan Risma-Gus Hans (Zahrul AzharAsumta).

 Untuk kelas relawan, tempat diskusinya pun tak kalah nyaman dengan di Hotel, seperti yang sering dinikmati relawan saat terpilih/dipilih mengikuti acara yang diselenggarakan oleh para pihak. Tempatnya di DK26 Resto Surabaya, di wilayah Kecamatan Wonokromo.

 Acara yang digelar pada hari Sabtu (16/11/2024), dihadiri oleh para pihak dari berbagai daerah, yang tergabung di dalam F-PRB Jatim. Acara ini juga dilakukan secara hybrid, dimana diskusi ini dapat diikuti secara langsung maupun daring/online, sebagai upaya untuk memfasilitasi para pihak yang berhalangan hadir secara langsung di lokasi sambil ngopi.

 Konon, para paslon itu diundang untuk berdiskusi menyampaikan visi misinya terkait dengan pengurangan risiko bencana (PRB). Karna, pada kenyataannya masalah kebencanaan itu belum banyak dipahami oleh para calon pejabat, sehingga belum menjadi prioritas.

 Terbukti dalam acara yang dikemas dalam Special Talkshow Cagub-Cawagub Jawa Timur 2024, dengan tema Pengurangan Risiko Bencana dalam Visi Pembangunan Jawa Timur 5 Tahun Ke depan, tidak dihadiri oleh semua paslon, dengan berbagai alasan. Bahkan ada yang minta dijadwal lagi.

 Hari itu, yang berani hadir di Resto yang halamannya ada Pohon Juwet (Jamblang) dan sedang berbuah, adalah Emil Elestianto Dardak, biasa dipanggil Emil. Dia datang sendirian tanpa Khofifah, pasangannya. Rupanya, pasangan nomor urut 2 ini yang paling siap ngobrol bareng relawan kemanusiaan yang tergabung dalam F-PRB. Ini bisa dimaklumi karena mereka itu adalah petahana yang memiliki misi Bersama Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan menuju 'Indonesia Emas 2045'.

 Adapun salah satu misinya yang dekat dengan PRB, yaitu Menjaga kelestarian lingkungan hidup demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan selaras dengan daya dukung alam dan lingkungan, serta mendorong pengembangan ekonomi hijau dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan lintas sektoral.

 Apapun hasil dari acara di DK26 yang menunya enak, juga kopinya itu, paling tidak dapat menyadarkan para pejabat di Jawa Timur (khususnya yang baru dilantik), bahwa keberadaan F-PRB juga perlu diperhitungkan. Disamping anggotanya banyak tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, karyanya pun dalam membantu program pemerintah di bidang kebencanaan juga tidak sedikit.

 Yang jelas, keberanian pengurus F-PRB Jatim mengadakan acara ini patut diapresiasi oleh seluruh pihak. Dalam suasana yang serba terbatas, termasuk anggarannya, mampu menyelenggarakan acara yang tidak semua pihak dapat melakukannya.

 Paling tidak, gelaran acara yang dihadiri mBak Sifa yang tangannya sakit, mbak Nadiroh yang membawa putri kecilnya, dan Bu Zam yang membawa tape empuk manis itu dapat dijadikan pembelajaran, bahwa mengundang “orang penting” itu tidak mudah. Begitu juga mengajak anggota untuk hadir, baik secara offline, maupun online itu juga tidak gampang.

Tentu gelaran yang pertama ini perlu ditindak lanjuti dengan menyiapkan acara selanjutnya dengan tema “Jagongan Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih” yang memenangi kontestasi pilkada 2024. Terutama menyiapkan anggarannya.

 Semoga pengurus F-PRB Jatim dapat segera melakukan evaluasi penyelenggaraan acara di DK26, sekaligus menggagas rencana berikutnya yang lebih matang lagi, untuk mengenalkan diri kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, lewat acara “Jagongan” yang lebih seru lagi. Sehingga “virus PRB” akan dapat mewarnai kebijakan pembangunan Jawa Timur yang akan disusun oleh penguasa baru yang memenangi pilkada. Salam Tangguh. [eBas/RabuLegi-20112024]

 

 

 

 

 

 

 

  

Minggu, 10 November 2024

SUMBANGAN BERSYARAT

 Seperti lazimnya sebuah komunitas sosial yang berangkat dari hobi dan rasa peduli, biasanya dalam kegiatannya lebih bersifat non profit. Dimana dalam berkegiatan tidak mengutamakan keuntungan materi, tetapi lebih kepada rasa kepuasan diri, dan mengedepankan kesetia kawanan.

 Begitu juga dengan formalitas (forum bersama lintas komunitas), sebagai wadah dari berbagai komunitas yang memiliki kesamaan diberbagai bidang, untuk bersama membuat kegiatan kolaborasi yang manfaatnya dirasakan oleh banyak pihak.

 Salah satu bentuk kegiatan formalitas yang bersifat kolaboratif itu diantaranya adalah mengadakan anniversari. Tahun ini formalitas akan berulang tahun yang ke 6 (enam). Dalam rangka merayakannya, tentu perlu dibentuk kepanitiaan yang akan bertanggungjawab terhadap sukses tidaknya anniversari tahun ini.

 Seperti tahun-tahun yang lalu, pantia anniversari datang dari berbagai komunitas yang menjadi mitra formalitas, sehingga tampak keberagamannya. Keberagaman ini sebagai bentuk kekompakan semua pihak yang tergabung dalam formalitas., sekaligus sebagai media belajar berorganisasi, belajar memimpin, dan belajar bertanggungjawab terhadap beban kerja yang diembannya.

 Mengingat komunitas yang tergabung dalam formalitas itu  bersifat sosial jauh dari kalkulasi untung rugi, maka untuk mendukung kegiatan, panitia akan berusaha menggali dana secara swadaya. Salah satunya adalah dengan mengirimkan proposal ke beberapa pihak, dengan harapan proposal itu membawa hasil berupa bantuan yang tidak mengikat tanpa syarat.

Begitulah, dari tahun ke tahun penyelenggaraan anniversari formalitas selalu begitu dan menuai hasil yang signifikan dengan jerih payah panitia dalam menyiapkan segala hal yang terkait dengan aniversari. Termasuk dalam upaya menggali dana dari berbagai pihak tanpa syarat tertentu yang memberatkan. Istilahnya susu tante (sumbangan sukarela tanpa tekanan).

 Nah, baru tahun 2024 ini, dalam rangka menyiapkan anniversari formalitas yang ke-6, ada pihak tertentu yang mau menyumbangkan dengan syarat harus mengikuti aturan mainnya. Istilahnya “keuntungan apa yang akan saya peroleh jika saya nyumbang kepada kalian”.

 Rupanya pihak tertentu ini, merupakan “Orang baru” yang mencoba “memanfaatkan” keberadaan komunitas untuk mengembangkan usahanya. Dia dan orang-orangnya berusaha masuk ke dalam GWA komunitas, untuk kemudian mendorong agar komunitas berkumpul mengadakan rapat, dan Dia akan datang untuk promosi.

 “Ayo silahkan mengumpulkan anggota kalian, nanti saya atau bawahan saya akan datang untuk menjelaskan program, agar kalian mendapat imbalan,” Begitulah harapnya lewat postingan.

 Redaksinya kurang lebih begitu. Intinya Dia minta anggota komunitas berkumpul kemudian Dia akan datang memanfaatkan waktu untuk bercerita tentang programnya. Padahal, seharusnyalah Dia yang mengajak komunitas untuk bertemu, karena Dia yang butuh.

 Minggu Legi (10/11/2024) malam, bertempat di Surabaya Kuliner, dekat terminal Joyoboyo, Surabaya, panitia anniversari formalitas berkumpul mendengarkan penjelasan dari “Orang baru” tentang keinginannya berdonasi untuk meramaikan agenda tahunan formalitas, dengan ketentuan harus menjadi member dulu kemudian berinvestasi sejumlah uang.

 Sebenarnya, saya bukanlah panitia anniversari. Namun karena saya pernah “dikecewakan” saat menggelar Giat Resik Kali Surabaya beberapa waktu yang lalu, maka saya tergerak untuk mengingatkan panitia agar tidak mengalami kekecewaan seperti saya dan teman-teman panitia Giat Resik Kali Suroboyo, 22 September 2024.

 Sungguh, baru kali ini ada calon donatur yang meminta syarat tertentu untuk mencairkan donasinya. Padahal seperti biasanya, pihak lain itu kalau niat nyumbang ya nyumbang saja tanpa syarat macem-macem. 

Piye to ki, niat tolek duwit, kok malah dikongkon setor duwit. Lha opo duwite mbahne sangkil po ?.

 Cukup Jamaah Lorong eduCation saja yang kecewa oleh perilakunya. [eBas/SeninPahing-11112024/ndleming dewe durung ngopi]

 

    

Sabtu, 02 November 2024

LEWAT MUBES PERTAMA MANTABKAN KOMITMEN BERSAMA

Hari itu, sabtu (02/10/2024), di rumah Cak Keso, nama aslinya Bimo Santoso, anggota GRRM Surabaya, yang juga penggagas berdirinya Yayasan Bumi Cadas Indonesia (BCI), berkumpul menggelar musyawarah besar (mubes) yang pertama.

Konon, kegiatan ini disamping sebagai ajang silaturahmi, juga untuk menyamakan persepsi terhadap visi misi dan tujuan berdirinya Yayasan BCI, yang sudah memiliki akta kelembagaan. Pertemuan dengan suasana santai ini juga untuk membangun komitmen bersama guna mempercepat bergeraknya roda Yayasan dengan program kreatif, dan inovatif yang diusulkan oleh masing-masing anggota.

Ya, melalui mubes, masing-masing anggota dibebaskan mengusulkan mimpinya tentang program yang applicable, sesuai kapasitas yang dimiliki. Jare wong jowo, “wani usul, yo wani mikul”. Untuk itulah dari semua usulan yang terkumpul itu, akan dipilah dan dipilih oleh tim kecil untuk diangkat menjadi program prioritas.

Termasuk usulan agar GRRM dan Ngaji Bareng Sak Ngopine, menjadi program ikonik dari Yayasan BCI, yang harus didukung dan dijalankan bersama-sama secara istiqomah sehingga keberadaannya akan semakin dikenal oleh khalayak ramai.

Sambil nyemil jajanan yang 'berkelas', diantaranya apem, perut ayam, lemper, lumpur, bikang, dan onde-onde, Cak Keso juga bercerita tentang upaya menbangun kerjasama dengan PT Klinko Karya Imaji Tbk, yang berdiri tahun 2016, dan berlokasi di Gresik.

Sesuai informasi mbah Gugel, PT. Klinko ini merupakan perusahaan penghasil produk kebersihan dengan kandungan material daur ulang limbah tekstil yang telah terimplementasi di 90% produknya melalui aplikasi benang sebagai unsur utama produk seperti kain pel, mop dan keset yang menjadi produk unggulannya.

Hal ini sebagai wujud komitmen PT Klinko Karya Imaji untuk mendukung Program Sustainable Development Goals khususnya Point 12 tentang Responsible Consumption and Production, yang menekankan pada efisiensi dalam penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah yang efektif, dan pengembangan produk ramah lingkungan.

Tentu sebagai aktivis pecinta alam yang kegiatannya bersentuhan langsung dengan upaya pelestarian lingkungan, upaya membangun kerjasama dengan PT Klinko ini perlu disegerakan untuk diwujudkan karena bersinggungan dengan aktivitas Yayasan BCI, terkait dengan upaya membantu mengurangi sampah textile yang mencemari lingkungan.

Artinya, anggota BCI diharapkan mendukung dengan cara mengumpulkan pakaian bekas (gombal) untuk di daur ulang. Dari pada tidak dipakai dan memenuhi lemari/gudang, atau dibuang ke tempat sampah. Lebih baik “dikerjasamakan” dengan Klinko. Dalam hal ini, peserta mubes sepakat yang menjadi koordinator pergombalan adalah Om Joko, Komandan relawan Sisi Barat, (dibantu mas Fikri dan mbak Itoet).

Sungguh, mubes yang di gelar di perumahan Rungkut Asri Barat XV/25, Surabaya sangat istimewa karena didukung oleh sayur asem, bothok tanpa daun lamtoro, dan ayam goreng renyah. Semua suka, cocok dengan udara yang panas dampak perubahan iklim dunia.

Beberapa catatan yang perlu segera di tindak lanjuti diantaranya adalah, pembentukan tim khusus yang akan membahas AD/ART yang disesuaikan dengan visi misi Yayasan, sebagai kompas pergerakan, pengadaan kantor sekretariat, seragam dan pertemuan selanjutnya pasca mubes.

Kumandang adzan asar terdengar. Pertanda mubes harus disudahi dengan segala dinamikanya, dengan segala mimpinya. Sambil berswafoto gaya bebas, peserta mubes mendokumentasikan kehadirannya, bahwa mubes pertama sudah terlaksana. Ada asa tentang perlunya segera mengadakan peningkatan kapasitas anggota BCI, khususnya tentang manajemen organisasi dan public speaking (terkait dengan kemampuan negosiasi).

Akhirnya, mari kita sepakati tentang pentingnya komitmen mengelola kebersamaan ini secara transparan, dan bertanggungjawab. Saling menguatkan tanpa meninggalkan, saling merangkul tanpa memukul. Sehingga, dalam setiap aksi tidak ada dusta diantara kita. Salam Tangguh. [eBas/MingguWage-03102024]