Hari itu, sabtu pon (31/07/2021), Jamaah LC berkumpul di basecamp, mengadakan rapat sambil bakar sate, sisa daging kurban kemarin. Seperti biasanya, mereka sibuk bersama, mengolah daging yang akan dinikmati beramai-ramai. Tentu sambil ngopi untuk menghindari emosi dan iri hati karena tidak kebagian membakar sate.
Konon, malam itu mereka akan mematangkan
gagasan membuat gerakan nasi bungkus untuk kaum duafa, seperti yang sering
dilakukan oleh komunitas lain yang memiliki rasa kepedulian terhadap mereka yang terpinggirkan dan tidak sempat merasakan
nikmatnya hasil pembangunan.
Gagasan yang muncul dari Bang
Erick itu ternyata sejalan dengan ide Cak Andri, temannya Cak Probo dari Sigab
NH. Gayung bersambut. Ternyata semua anggota Jamaah LC mengamini gagasan yang
mulia ini sebagai bentuk aksi kemanusiaan di era pandemi covid-19 yang semakin mematikan dan menyengsarakan secara ekonomi.
Mereka juga membahas apa saja yang
harus disiapkan. Siapa membawa apa, dan siapa berbuat apa. Ini penting agar
semua anggota Jamaah berkontribusi mensukseskan aksi. Semua dibahas Bersama sambil
menikmati aneka jajanan, entah siapa yang membawa.
Di tengah serunya jagongan sambil
makan sate, tanpa diduga ada tamu istimewa dari Jakarta. Seorang pejabat BNPB
yang dikawal oleh dua stafnya yang cantik dan seorang sopir yang mbois. Mereka datang
masih memakai seragam kantor, itu tandanya mereka belum mandi. Tapi mereka tampak enjoy, tak peduli kanan dan kiri.
Ya, Pak Papang beserta rombongan seharian
berada di Kota Jombang dalam rangka kunjungan dinas, sekaligus meresmikan
terbentuknya Forum PRB Kabupaten Jombang, beserta pengurusnya. Sebagai mitra
BPBD, Konon keberadaan Forum diharapkan bisa berperan Bersama unsur pentahelix
lainnya dalam upaya PRB di wilayah Kabupaten Jombang.
Dari Jombang mereka langsung
merapat ke basecamp Jamaah LC, tanpa ganti baju dulu di Hotel tempat
menginapnya. Tanpa canggung Pak Papang langsung bersalaman dengan peserta
rapat, kemudian duduk lesehan sambil mengeluarkan rokok kesayangan.
Ya, Pak Papang sudah dua kali ini
berkunjung di basecamp Jamaah LC. Pertama di basecamp lama di daerah Dukuh Kupang,
dan sekarang di Kawasan Kelurahan Keputih, Surabaya Timur. Beliau sangat semanak terhadap relawan penanggulangan bencana, sehingga tidak terlalu salah jika diberi gelar Panglima Relawan.
Alhamdulillah, pria ahli hisab
ini tidak ada perubahan dalam berinteraksi dengan relawan kelas teri, padahal
saat ini Pak Papang menyandang amanah sebagai Plt Direktur Kesiapsiagaan. Sehingga acara
jagongan bersama pejabat BNPB berlangsung akrab semanak tanpa jarak, semua bebas
bicara tanpa sungkan namun tetap sopan.
Malam itu Pak Papang berkesempatan
menikmati kopi hitam agak pahit buatan Cak Alfin. Sementara dua orang stafnya
yang cantik (tapi belum mandi), berkenan menikmati wedang herbal yang hangat lagi
menyehatkan sambil ngincipi telo godog, hasil rebusannya Ning Puspita.
Dalam kesempatan itu Pak Papang memberi
semangat, dan berpesan agar kegiatan berbagi nasi bungkus ini tidak sekedar
seremonial saja, tapi benar-benar bisa membawa manfaat bagi masyarakat yang
menjadi sasaran program. Walaupun kecil tapi bermakna dan berkesinambungan, itu
lebih baik daripada sekali hadir kemudian berakhir. Sebuah pesan bijak yang patut
direnungkan dari seorang pejabat BNPB yang ngurusi relawan. Salam Sehat Salam PPKM Darurat level 4 yang diperpanjang.
[eBas/SelasaLegi-03082021]






