Senin, 22 Januari 2024

GAGASAN DARI SISI BARAT SEGERA DI EKSEKUSI AGAR TIDAK BASI

“Ndan kapan Relawan Suroboyo dapat berkolaborasi di semua lini, ayo ta Ndan, biar bisa terpetakan expert nya masing-masing personil. Ini penting, cek gak nglembruk Nang Posko OPSAR ketika ada kejadian. Kalo gini terus, judulnya Suroboyo Mbledak Morat Marit, hahaha,” Kata Komandan Sisi Barat lewat postingan di grup whatsapp.

Jelas postingan ini ditujukan ke nDan Yogi, ketua Posko Bersama Relawan Surabaya, untuk segera mengambil langkah cerdas mengadakan koordinasi antar komunitas relawan yang ada di Kota Surabaya guna menyusun rencana kegiatan yang dapat dilakukan secara kolaboratif selama tahun politik, 2024.

Sementara anggota grup lainnya langsung menyahut dengan berbagai komentar yang intinya sangat setuju dengan gagasan Komandan Sisi Barat, ngapi sambil koordinasi,

Ndan Yogi pun menanggapi singkat, ”Ayo ngopi, tak siapkan tempatnya,”. Rupanya gayung bersambut. Tinggal bagaimana mengkongkritkan rencana di tengah musim hujan yang tidak menentu kapan turun hujannya.

Dalam postingannya, beliau mengatakan, begini lho maksud saya, kita ini kan tergabung di dalam grup whatsapp Relawan Suroboyo Bersatu dengan berbagai kompetensi yang beragam. Semua potensi ini hendaknya dapat terpetakan menurut cluster. Misalnya Cluster SAR, terdiri dari sekian personil datang dari mana, dan apa saja sarpras pendukung yang dimiliki. Begitu seterusnya.

“Sesuai analisanya waktu ikut Ops Bumi Saripraja kemarin, masih belum terkondisi nya hal hal tsb, Namanya Ops ya harus SSWW,” Kata Komandan Sisi Barat mencoba menjelaskan sesuai kondisi di lapangan.

Termasuk masalah keposkoan & Management nya, termasuk Struktur Ops, metode, Sekenario Ops, serta Komunikasi Ops, SOP Ops, dan potensi SDM yang sesuai bidang kemampuan,

Masih kata penggemar batu akik ini, dari dua analisa tersebut, maka terganggulah pikiran saya, untuk mengganggu pikiran kawan kawan di RSB ini untuk bagaimana berkolaborasi yang benar dan tepat, bukan berkolaborasi grubyak grubyuk.

Alhamdulillah, masih kata seniornya relawan, korban bisa ketemu, dalam waktu tidak terlalu lama, seandainya terjadi pencarian sesuai SOP Ops, 24 jam x 7 + ? = .... apakah Energi tidak terbuang banyak, Apakah kita Superman ? ya walaupun tabah sampai akhir, yang akhirnya ketika Ops di tutup kita sendiri yang masuk Rumah Sakit, dan kemungkinan bisa rawat inap ( semoga kita diberikan kesehatan).

“Maka dari itu ayolah kawan coba kita kolaborasi mengadakan simulasi yang mendekati 70 persen kejadian. Ayo kapan kita agendakan?,” Ujarnya serius.

Beliau juga mengajak kapan mulai mendata potensi potensi yang kompeten dan berlatih bersama untuk meningkatkan kompetensi di bidang nya, walaupun tanpa atau tersertifikasi. Kalau sekedar piagam tanda pernah ikut kegiatan nanti saya buatkan.

“Demikian provokasi yang saya buat, semoga kawan-kawan terganggu pikiran dan pemikirannya. Suroboyo wani lek dadi siji. Salam Tangguh,” Pungkasnya.

Sungguh, narasi panjang dari Komandan Sisi Barat ini sangat menginspirasi. Tinggal bagaimana kita sebagai anggota grup whatsapp memaknainya. Apakah hanya menunggu atau aktif berinisiatif mendorong terwujudnya acara ngopi bareng membahas gagasan cerdas dari Komandan Sisi Barat ini.

Namun perlu diingat, bahwa upaya penanggulangan bencana di Kota Surabaya ini sudah tertangani dengan baik. Banyak instansi yang terlibat dengan SDM yang mumpuni dengan dukungan sarana prasarana yang memadai. Ya, konon mereka sudah punya relawan sendiri yang siap bekerja tanpa bantuan relawan lain. 

Ini juga menarik untuk bahan diskusi sambil ngopi, guna menggagas sendiri kegiatan komunikasi, edukasi dan informasi masalah PRB, termasuk mengadakan simulasi bencana yang ada di Kota Surabaya. Ayo ngopi bareng di Basecampnya PBRS atau di markasnya SAR-SER.  Atau dimana gitu.  

Karena, tanpa didahului dengan ngopi bareng, sangat mustahil gagasan tersebut dapat terwujud. Kecuali ada dekengan pusat untuk mewujudkannya. nDan Yogi telah menawarkan tempat untuk ngopi bareng, terus nunggu apa lagi kalau tidak segera di eksekusi?. Salam Waras [eBas/SeninPon-22012024]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 21 Januari 2024

SERTIFIKAT PELATIHAN ITU PERLU DAN DIPERLUKAN ?

Bermula dari kolaborasi terbatas antara Jamaah LC, RNPB-LMI, dan Mahagana Unair, untuk mengadakan upgrade pengetahuan dan keterampilan masalah pertolongan pertama pada kecelakaan, mereka bersepakat mengadakan pelatihan Medical First Responder dan Moving Transportation, minggu (21/01/2024).

Kegiatan yang bertempat di Basecamp LC ini sebenarnya banyak yang berminat. Namun karena keterbatasan anggaran untuk pengadaan konsumsi, maka pelatihan kali ini hanya diikuti oleh 20 peserta’.

Alfin, sipenjaga Basecamp Lc mengatakan bahwa pelatihan ini sekedar belajar bersama untuk mengingat kembali pengetahuan dan keterampilan yang pernah didapat dari berbagai sumber, tanpa berharap akan mendapat sertifikat, karena kegiatan ini hanya sekedar sharing session. Walaupun begitu, nara sumbernya sangat mumpuni. Tirta Muhammad Risky, alumni Unair, jurusan keperawatan.

“Melihat banyaknya animo peserta yang ingin ikut, Next time kita bisa berkolaborasi, yang penting mau saling berbagi dan mengutamakan ilmu dibandingkan sekedar mendapat sertifikat,” Ujarnya..

Sementara itu, Roy Tugas, salah satu anggota grup whatsapp Relawan Suroboyo Bersatu mengatakan bahwa sertifikat itu juga penting sebagai tanda yang bersangkutan mempunyai kemampuan di bidang tertentu, untuk keperluan tertentu.

Perlu disadari bahwa pemberian sertifikat itu ada dua macam. Pertama, sertifikat yang diberikan kepada seluruh peserta yang terdaftar dalam sebuah acara pelatihan, rapat, diskusi, sarasehan dan sejenisnya, tanpa melihat kontribusi peserta selama kegiatan dan hasilnya.

Artinya, dalam kegiatan itu, yang penting peserta terdaftar dalam absen untuk keperluan administrasi panitia. Setelah absen, peserta bebas memilih. Apa memilih duduk di belakang sambil guyon menikmati snack, dan melamun sambil terkantuk-kantuk. Atau duduk di depan, serius menikmati acara yang dikemas panitia.

Sementara, yang ke dua adalah, sertifikat yang diberikan oleh lembaga profesional dibidangnya kepada seseorang yang telah mengikuti pelatihan tertentu dalam jangka waktu tertentu dan dianggap layak menerima sertifikat sesuai kompetensinya.

Biasanya pelatihan jenis kedua ini pelaksanaannya ribet. Ada “aturan” tertentu yang harus diikuti, dan tidak semua komunitas/organisasi dapat menyelenggarakannya. Jamaah LC adalah salah satu komunitas/organisasi, yang belum berani menyelenggarakan pelatihan jenis ke dua ini.

Untuk itulah, beberapa kali kegiatan pelatihan yang digelar oleh Jamaah LC sifatnya hanyalah sharing session. Belajar bersama berbagi pengalaman dan bertukar informasi, dalam rangka menambah wawasan, relasi dan keterampilan, agar siap setiap saat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Ingat kata orang bijak mengatakan bahwa tidak ada orang yang terlatih, yang ada adalah orang yang selalu berlatih. Untuk itulah perlunya melakukan update dan upgrade diri agar tidak tertinggal oleh perkembangan jaman yang sangat dinamis.

Percayalah, bahwa 20 personil yang mengikuti pelatihan MFR and Moving Transportation kali ini, tidak serta merta langsung menjadi “sosok jagoan yang mumpuni” dibidangnya. Perlu terus berlatih dan selalu berlatih. Seperti halnya sebuah pisau. Semakin sering diasah akan semakin tajam. Wallahu a’lam bishowab. [eBas/SeninPon-22012024]  

 

 

Sabtu, 06 Januari 2024

MOHON PENCERAHAN SENIOR

Mohon ijin para senior. tolong kami diberi pencerahan terkait dengan tata cara relawan ikut turun ke lokasi ikut nangani darurat bencana agar tidak "selegenje" yang terkesan rebutan peran dengan para pihak di lapangan.

Dalam Perka BNPB nomor 03 tahun 2016 tentang SKPDB, tidak secara eksplisit dibahas keterlibatan relawan dalam kegiatan penanganan darurat bencana. Hanya ada istilah klaster dalam BAB 1, ketentuan umum. Dimana, peran, tugas dan fungsinya (mungkin) akan dijelaskan dalam juklak tersendiri.

Dengan penjelasan para senior yang berpengalaman akan sangat membantu relawan bergairah membaca selengkapnya perka 03 yang dapat diunduh di mbah gugel. Sehingga Relawan yang berniat merapat ke lokasi bencana secara mandiri pakai duit sendiri, maupun digerakkan pihak lain yang peduli, mempunyai pemahaman bagaimana “aturan main” dalam penanganan darurat bencana.

Disini kami sampaikan beberapa peristilahan yang terkait dengan SKPDB. Semoga dapat menambah wawasan.

1. Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan sekelompok orang/masyarakat yang memerlukan tindakan penanganan segera dan memadai.

2. Status Keadaan Darurat Bencana adalah Keadaan Darurat Bencana yang ditetapkan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi badan yang menyelenggarakan urusan di bidang penanggulangan bencana dimulai sejak status siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan.

3. Status Siaga Darurat adalah keadaan ketika potensi ancaman bencana sudah mengarah pada terjadinya bencana yang ditandai dengan adanya informasi peningkatan ancaman berdasarkan sistem peringatan dini yang diberlakukan dan pertimbangan dampak yang akan terjadi di masyarakat.

4. Status Tanggap Darurat adalah keadaan ketika ancaman bencana terjadi dan telah mengganggu kehidupan dan penghidupan sekelompok orang/masyarakat.

5. Penanganan Darurat Bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada keadaan darurat bencana untuk mengendalikan ancaman/penyebab bencana dan menanggulangi dampak yang ditimbulkan.

6. Bantuan Penanganan Darurat Bencana adalah bantuan untuk mengendalikan ancaman/penyebab bencana dan menanggulangi dampak yang ditimbulkan pada keadaan darurat bencana.

7. Komando adalah kewenangan untuk memberikan perintah, mengoordinasikan, mengendalikan, memantau dan mengevaluasi upaya penanganan darurat bencana.

8. Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana adalah satu kesatuan upaya terstruktur dalam satu komando yang digunakan untuk mengintegrasikan kegiatan penanganan darurat secara efektif dan efisien dalam mengendalikan ancaman/penyebab bencana dan menanggulangi dampak pada saat keadaan darurat bencana.

9. Pos Komando Penanganan Darurat Bencana yang selanjutnya disingkat Posko PDB adalah institusi yang berfungsi sebagai pusat komando operasi penanganan darurat bencana yang merupakan posko utama di dalam Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana, untuk mengoordinasikan, mengendalikan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan penanganan darurat bencana.

10, Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana yang selanjutnya disebut Pos Lapangan PDB adalah institusi yang berfungsi secara langsung sebagai pelaksana operasi penanganan darurat bencana baik di lokasi bencana, sekitar lokasi bencana maupun lokasi pengungsian.

11. Pos Pendukung Penanganan Darurat Bencana yang selanjutnya disebut Pos Pendukung PDB adalah institusi yang berfungsi membantu kelancaran akses masuk, keluar, dan mobilisasi/distribusi bantuan penanganan darurat bencana dari luar wilayah terdampak.

12. Pos Pendamping Penanganan Darurat Bencana adalah institusi yang berperan mengoordinasikan mobilisasi bantuan penanganan darurat bencana meliputi pos pendamping nasional penanganan darurat bencana, pos pendamping penanganan darurat bencana provinsi, dan pos pendamping penanganan darurat bencana wilayah.

13. Klaster adalah pengelompokan para pelaku yang memiliki kompetensi sama dari Pemerintah atau pemerintah daerah, lembaga nonpemerintah, sektor swasta/lembaga usaha, dan kelompok masyarakat dalam upaya penanganan darurat bencana, dipimpin oleh koordinator yang berasal dari instansi/lembaga yang memiliki kewenangan teknis.

dari istilah yang ada itu tidak ada yang secara eksplisit menjelaskan peran relawan dalam SKPDB. Konon sudah ada aplikasi E-Volunteer dan Desk relawan. dimana relawan diharapkan mendaftarkan diri lewat aplikasi tersebut. Sementara kebiasaan yang berlaku saat ini, relawan datang ke lokasi dengan menyerahkan surat keterangan dari organisasinya ke posko induk. kemudian oleh posko induk disilahkan  untuk menjalankan misinya sesuai kapasitasnya. Bahkan ada yang langsung ke lokasi mencari tempat mendirikan tenda dan beraksi membantu warga terdampak. Misalnya, membersihkan rumah, mushola, jalan utama untuk memperlancar distribusi bantuan dalam arti luas.

Kondisi yang seperti ini sering kali melahirkan kesalah pahaman diantara mereka yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana. Untuk itulah para senior diharapkan dapat memberi pencerahan kepada kami relawan (khususnya yang tidak punya dana tapi punya tekad) agar dapat berpikir jernih ketika akan memutuskan merapat ke lokasi bencana.   

Mohon pencerahannya agar rasa kegalauan kami dapat terobati dengan pencerahan para senior yang kaya ilmu dan pengalaman. agar kami agak cerdas sedikit seperti para senior. Salam Waras. [eBas/minggu pertama januari 2024]

Kamis, 04 Januari 2024

JAMAAH LC DAPAT SURAT CINTA DARI KI REBO

    Konon, menurut penanggalan Cina, tahun 2024 ini bershio Naga Kayu, yang dipercaya membawa energi yang kuat dan dinamis. Naga Kayu juga dipercaya kreatif, fleksibel, penuh inovasi, bijaksana, cerdik dan adaptif.

    Semoga kawan-kawan komunitas yang ada di Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki karakter yang dimiliki oleh Naga Kayu. Sehingga semua program  yang akan dilaksanakan selama tahun 2024 dapat dirasakan oleh banyak pihak.

    Begitu juga dengan Jamaah LC (Lorong eduCation), yang berharap keberadaannya semakin berdampak kepada para penerima manfaat. Paling tidak program-program yang pernah dilaksanakan, dapat menginspirasi program 2024.

    Di penghujung tahun 2023, Jamaah LC mendapat kepercayaan dari Asar Humanity, Jakarta untuk membantu secara suka rela mendistribusikan makanan ala korea. Seperti, Topokki, Pancake, Tepung Roti, Abon, dan bumbu masak. Jumlahnya banyak, dan tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh Jamaah LC.

    Untuk itulah Jamaah LC menggandeng beberapa komunitas, diantaranya, LMI, RBES, INAVOR, BTI, dan SER, yang secara sukarela membantu membagikan kepada masyarakat yang layak menerima bantuan.

    Alhamdulillah, hari selasa, tanggal 2 Januari 2024, semua barang sudah terdistribusikan. Tinggal beberapa yang belum diambil karena kendala kendaraan yang belum siap. Sebuah kerja sama non profit yang mencerminkan nilai gotong royong, terjalin apik tanpa ada dusta diantara kita.

    Ki Rebo, petinggi Surabaya Emergency Respon (SER), yang berkunjung ke basecamp LC (Ki Rebo menyebutnya Posko), memberikan sebuah surat cinta untuk Jamaah LC. Dari deretan kata yang teruntai dalam kalimat, jelas tersirat pesan mendalam untuk keberadaan Jamaah LC ke depannya.

    Kurang lebih inilah isi surat cinta dari Ki Rebo;   Kemarin pagi, Selasa 2 Januari 2024. Saya sempat mengunjungi Posko LC untuk nyruput kopi ireng pait panas yang diudek sepenuh hati oleh saudaraku, Alfin.

    Kami berempat sekedar ngobrol dan mengingat-ingat kembali keberadaan posko dengan segala kegiatannya. Posko sebagai tempat berkumpulnya rekan-rekan seperjuangan di kerelawanan dan kemanusiaan. Dari sekedar tempat bertukar informasi, berbagi pengalaman dan mempererat silaturahmi, sampai membuat aksi sosial dan upaya peningkatan kapasitas relawan dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana.

    “Memang naif aku bercerita ini, tetapi akan menjadi bagian sejarah hidup bahwa ada tempat yang selalu menjadi jujugan relawan untuk ngobrol dan ngopi (nyruput- kataku),” Kata Ki Rebo, yang nama aslinya Prijoko Utomo.

    Sambil menikmati sruputan kopi ireng pait panas, aku masih sempat ngobrol bareng Alfin dan Wahid, walau sesaat kemudian mereka berdua ijin keluar karena ada keperluan penting.

    Kini tinggal berdua dengan sesepuh LC, Pakde Ebas. Kami ngobrol bebas. Cerita demi cerita, meluncur tanpa struktur untuk berbagi pengalaman, dan banyak hal berkaitan dengan aktivitas relawan yang bergerak di bidang kemanusiaan. Termasuk menyinggung kemungkinan membuat kegiatan kolaboratif sepanjang tahun politik yang rawan konflik.

    “Posko LC jadilah saksi dan sejarah bagi teman-teman Relawan. Siapapun dia, untuk menerima ilmu, dan berbagi ilmu, apapun bentuk dan caranya. Terima kasih Mas Ebas dan teman-teman LC. Aku pulang,” Begitulah Ki Rebo memungkasi surat cintanya yang penuh makna. Tentu dalam memaknai surat cinta Ki Rebo akan sangat beragam, tidak mungkin seragam.

    Yang jelas, kita telah memasuki tahun baru. Tentunya masing-masing komunitas  akan menyusun rencana kegiatan yang disepakati bersama secara internal, maupun kegiatan kolaboratif lainnya dengan beberapa pihak.

    Sungguh tidak diduga, di awal tahun politik ini, ditandai dengan gempa Sumedang, serta banjir bandang, dan banjir Rohingnya di beberapa daerah di Sumatra. Tentu yang paling sibuk adalah pemerintah yang membidanginya, dibantu lembaga/yayasan/organisasi kemanusiaan yang punya duit no limit.

    Eh, apakah masalah manusia perahu dari rohingnya yang terdampar di berbagai pesisir Sumatra dan yang telah bertahun-tahun berdiam di rumah penampungan pengungsi  itu juga masuk ke ranah bencana?. Bagaimana penanganannya ?.

    Sementara, beberapa komunitas relawan dari berbagai daerah, baik yang punya anggaran sendiri, maupun yang digerakkan oleh instansi yang mau membiayai, telah beraksi di Sumedang. Bahkan ada yang berinisiatif memunculkan hashtag #SumedangMemanggil.

    Haruskah komunitas relawan dari daerah lain (yang jauh dari Sumedang), berbondong-bondong nyerbu lokasi untuk beraksi ?. Memangnya di Kota Sumedang dan sekitarnya, tidak ada komunitas relawan yang siap turun tangan membantu BPBD setempat ?. Atau, dikarenakan gempa itu sifatnya lokal, sehingga dianggap tidak perlu mendatangkan bala bantuan relawan antar lokal. Tidak tahulah, semua sesuai aturan pemerintah daerah setempat. 

    Disinilah pentingnya membangun koordinasi antara komunitas relawan dengan BPBD terkait dengan mobilisasi relawan untuk nyerbu lokasi bencana. Ingat,  dalam penanggulangan bencana, keberadaan relawan itu hanyalah pemain pembantu. Pemain utamanya ya pemerintah (dalam hal ini BPBD).

Sungguh, atas nama panggilan jiwa, pastilah semua relawan tergoda untuk pergi ke lokasi "mendharma baktikan tenaganya", menolong sesama yang terkena bencana. Namun apa daya jika “dompet” tidak mendukung. Artinya, relawan 'amatir' perlu dana untuk dapat ke lokasi bencana. Tanpa dana yang mencukupi, jelas relawan hanya akan gigit jari. Lain lagi dengan relawan 'profesional' yang tergabung dalam lembaga/yayasan/organisasi yang memiliki anggaran kebencanaan,     

Beberapa waktu yang lalu ada komunitas relawan yang dengan jumawa berteriak 'kami siap digerakkan kemana saja'. Eh ternyata, dibalik kata "digerakkan" itu adalah minta disediakan dukungan fasilitas untuk pergi ke lokasi bencana. Tanpa itu, jelas menolak dengan berbagai alasan. Yen ngunu yo akeh tunggale mas bro.

Mungkinkah surat cinta untuk Jamaah LC dari Ki Rebo ini ada kaitannya dengan kejadian di awal tahun ?. ya monggo saja dimaknai sendiri. Karena Ki Rebo hanya bilang bahwa di Basecamp Jamaah LC merupakan tempat berbagi ilmu. Ya, ilmu apa saja termasuk masalah koordinasi, komunikasi dan informasi.

Terimakasih Ki Rebo atas kiriman surat cintanya. Semoga anggota Jamaah LC dapat menterjemahkan surat Ki Rebo dalam rangkaian kegiatan di tahun yang bershio Naga Kayu. Nyuwun pangestunipun Ki. [eBas/KamisKliwon-04012024]

 

 

  

 

    

 

 

Selasa, 02 Januari 2024

MALAM TAHUN BARU 2024 DI BASECAMP LC SURABAYA

    Hari minggu legi (31/12/2023) adalah hari terakhir tahun 2023. Banyak komunitas yang bersiap merayakannya dengan berbagai acara, yang dikemas dengan tema “perpisahan tahun 2023 dan selamat datang tahun baru 2024”. Bahkan ada komunitas yang sudah melakukannya bebera hari sebelumnya, karena jauhnya lokasi yang dijadikan tempat malam tahun baruan.

    Tempat-tempat perkemahan (camping ground), baik itu di daerah pegunungan, pantai dan hutan, dipenuhi oleh berbagai komunitas. Termasuk tempat pariwisata pun, tak kalah ramainya. Semua itu demi “merayakan” datangnya tahun baru 2024, yang mana, nanti di bulan februari bangsa indonesia “mencoblos” presiden anggota dewan pilihannya.

    Tentu saja, komunitas yang dapat melakukan semua ini dapat dipastikan memiliki waktu luang dan sehat jiwa raga, serta anggaran yang cukup untuk mendukung kemeriahan agendanya. Diantaranya anggaran untuk transportasi, akomodasi dan masuk lokasi. Belum lagi anggaran tak terduga (emergency) juga harus ada agar tidak celaka.

    Gelaran menyambut tahun baru sangat beragam, sesuai selera. Yang jelas mereka bergembira menyambut tahun baru dengan harapan baru pula. Ada juga yang melakukan evaluasi kegiatan selama tahun 2023 untuk kemudian merencanakan kegiatan tahun 2024 yang lebih baik lagi (sesuai hasil evaluasi).

    Ada juga yang hanya berkumpul sambil bakar-bakar (termasuk bakarkenangan ?). Ya, bakar jagung, singkong, ayam, roti dan bakar sate, untuk dinikmati bersama. Tidak lupa wedang kopinya agar tercipta suasana riang gembira, sejenak melupakan rutinitas hidup harian

    Begitu juga dengan Jamaah LC. Tidak ada agenda khusus yang mewajibkan anggotanya untuk bertahun baruan bersama di basecamp. Banyak anggotanya yang bergabung dengan komunitas lain, menikmati malam tahun baru di berbagai lokasi dengan aneka  atraksi yang menarik hati. Berbahagialah bagi mereka yang masih diberi kesempatan oleh Tuhan.

    Sementara, beberapa Jamaah LC, cukup menikmati malam tahun baru di basecamp saja, menikmati apa yang ada, bukan mengada-ada. Yang penting semua bahagia. Dibawah komando Cak Bogank, prosesi bakar ikan dan sosis, lancar tanpa kendala. Sementara mas Erick ngurusi bagian dapur. Sedang lainnya membantu apa yang perlu dibantu.

    Nasi, sambel, ikan bakar, dan kerupuk menjadi menu utama yang disantap bersama anggota Jamaah LC menjelang pergantian tahun. Tanpa harus rebutan, satu persatu bergantian mengambil konsumsi sesuai porsi masing-masing pribadi.

    Sambil nyemil kerupuk upil, mereka menikmati lagu lewat sound system yang dibeli secara patungan. Mereka juga berkaraoke ria secara keroyokan. Semua senang, semua bergembira memasuki awal tahun 2024 tanpa harus kemana-mana, yang penting bahagia.

    Momen pergantian tahun memang menjadi waktu yang tepat untuk evaluasi diri dan organisasi, sekaligus menorehkan harapan dan resolusi untuk menjadi lebih baik di tahun 2024. Begitu juga dengan seluruh anggota Jamaah LC, tentunya juga punya harapan.

    Dengan penuh semangat dan harapan, mari kita sambut tahun baru ini sebagai lembaran baru dalam kehidupan Jamaah LC. Di mana setiap halaman dipenuhi dengan kisah-kisah keberhasilan dalam kerja-kerja kemanusiaan yang bermanfaat bagi sesama, sebagai sebuah kenangan yang indah.

    Selamat datang tahun 2024, Semoga di tahun ini anggota Jamaah LC menjadi lebih baik. Semoga apapun yang diimpikan oleh masing-masing anggota Jamaah Lc dapat terkabul. [eBas/SelasaPon-02012024]





 

  

Rabu, 20 Desember 2023

JAMAAH LC BUKAN TEMPATNYA LADY COMPANEON

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan terlibat dalam kepanitiaan Annniversary FORMALITAS 2023 yang ke-5, bagian seksie keamanan. Pesertanya banyak, datang dari berbagai komunitas dengan segala gaya dan penampilan yang khas sebagai pecinta kegiatan di alam bebas. Walau terkesan sangar, tapi mereka sangat baik, grapyak semanak, saling sapa sambil tersenyum penuh keakraban.

Begitu pula saat saya di Mushola yang ada di kawasan Bernah de Vallei, lokasi yang dipilih untuk memeriahkan acara ulang tahun. Sambil nunggu giliran sholat, saya coba menyapa mereka.

“Kenalkan saya Ebas dari Jamaah LC Surabaya,” Kata Saya sambil mengulurkan tangan.

“Lho, memangnya LC ada jamaahnya to?,” Katanya penuh keheranan.

“Asik ini, LC nya cantik-cantik ya, bisa dibooking gak,”Tanya yang lain.

Lho, saya malah bingung dengan perkataan mereka. Kok gak nyambung ya, pasti ada yang salah dan perlu penjelasan agar tidak salah paham. Benar, ternyata mereka menganggap singkatan LC pada komunitas saya itu adalah sebuah profesi yang sangat melekat dengan dunia hiburan malam.

Mereka mengira LC merupakan singkatan dari ‘Lady Companion’. Yaitu, perempuan yang tugasnya menemani konsumen bernyanyi di tempat karaoke. Bahkan, jika keduanya merasa cocok, biasanya berlanjut ke hubungan yang pribadi sifatnya. Tidak jarang diteruskan ke ranjang setelah ber-karaoke-ria.

Waduh, bahaya. Ini harus dijelaskan agar mereka tidak beranggapan Jamaah LC sebagai tempat berhimpunnya para pemandu karaoke. Sungguh, tidak ada hubungannya sama sekali.

LC di sini singkatan dari “Lorong eduCation”. Jadi, secara singkat Jamaah LC merupakan tempat berkumpulnya berbagai pihak untuk ngobrol bareng sambil ngopi, penuh suka ria. Materi obrolan bisa apa saja tanpa ada batasan, yang penting tidak menyinggung SARA dan diminati bersama.

LC juga sebagai tempat mempererat tali silaturahmi sekaligus media memperluas jejaring kemitraan dan pertukaran gagasan. Masing-masing dipersilahkan melontarkan gagasan dengan bebas merdeka, disertai argumentasi dan solusi.

Jika lontaran gagasan itu dianggap menarik, maka akan dibahas bersama sampai muncul sebuah rencana kegiatan yang dapat diikuti oleh banyak pihak. Kegiatan itu, diantaranya dapat berupa aksi sosial santunan kepada kaum dhuafa, kerja bakti membersihkan sampah dan penaman pohon.

Juga mengadakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas relawan, sesuai minat dan kemampuannya. Bahkan juga terlibat membantu pihak lain dalam melaksanakan program kemanusiaan. Semuanya dilakukan dalam suasana riang gembira tanpa tekanan, tanpa utangan, karena dapat mengganggu stabilitas pertemanan.

Sementara, jika gagasan yang dilontarkan itu dianggap kurang menarik atau terlalu sulit untuk direalisasikan, maka gagasan itu hanya akan menjadi bahan obrolan saja tanpa kelanjutan, sekedar menambah wawasan.

Begitulah keberadaan Jamaah LC, yang sampai saat ini tetap istiqomah tanpa memiliki struktur organisasi yang jelas. Karena semua anggota Jamaah LC memegang prinsip, yang penting ikhlas dan saling menguatkan.

Jamaah LC sangat terbuka bagi siapa saja untuk membangun kegiatan kolaboratif, terkait upaya meningkatkan kapasitas relawan kemanusiaan (bidang penanggulangan bencana). Ya, siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke basecamp Jamaah LC, diharapkan membawa stiker logo organisasinya. untuk ditempelkan sebagai kenangan yang indah.

Semoga dengan paparan singkat ini, semua pihak semakin paham tentang apa itu Jamaah LC dengan segala kiprahnya. Sekedar diketahui bahwa dunia perbankan juga memiliki istilah L/C (Letter of Credit).

Yaitu,  sebuah instrumen yang dikeluarkan oleh sebuah bank atas nama salah satu nasabahnya, yang menguasakan seseorang atau sebuah perusahaan penerima instrumen tersebut menarik wesel atas bank yang bersangkutan atau atas salah satu bank korespondennya bagi kepentingan, berdasarkan kondisi-kondisi/ persyaratan-persyaratan yang tercantum pada instrumen.

Percayalah, Jamaah LC tidak ada sangkut pautnya dengan masalah Letter of Credit  yang di beberapa kasus, dapat membuat kepala sakit karena dibelit urusan duit yang rumit. Salam Waras, seduluran sak lawase. [eBas/KamisLegi-21122023]  

 

 

Jumat, 15 Desember 2023

MUSIM HUJAN WAKTUNYA MENGHIJAUKAN HUTAN, GUNUNG DAN PANTAI

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 11 Desember 2023, diperingati sebagai hari gunung internasional. Peringatan ini merpakan upaya menyadarkan kita semua akan pentingnya menjaga pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati yang  ada di gunung (termasuk dihutan dan pantai).

Konon, tema hari gunung internasional tahun ini adalah "Memulihkan ekosistem pegunungan", yang harus didukung oleh kebijakan politik, penelitian ilmiah, dan dukungan dana operasional.

Hal ini sebagai upaya mempercepat penghijauan dan mencegah penggundulan gunung untuk usaha ekonomi dengan mengabaikan potensi bencana (termasuk rusaknya habitat flora fauna), yang akan muncul akibat perubahan tata guna lahan.

Dalam peringatan ini, berbagai komunitas di seluruh dunia diharapkan berkontribusi untuk menyelamatkan gunung dengan segala isinya. Salah satunya dengan melakukan penghijauan diawal musim penghujan.

Ya, mereka tidak  hanya menghujaukan gunung saja. Namun  juga menghijaukan area hutan dan lahan kosong untuk mengurangi terjadinya kekeringan (kekurangan air) dan bahaya banjir longsor. Serta menanami pantai dengan mangrove, cemara udang, waru, sono laut, dan tumbuhan lain yang cocok di area pesisir,

Salah satu contoh adalah komunitas sahabat giri wana (SGW), yang bermarkas di Surabaya barat. Di awal musim penghujan ini, mereka telah memulai ”merawat” alam bekerja sama dengan berbagai pihak, menanam pohon untuk ‘melestarikan’  kehidupan. Tidak lupa mereka juga mendiskusikannya sambil nyruput kopi dan menikmati semilirnya malam di alam terbuka.

Jika memungkinkan, mereka juga dapat melakukan upaya memahamankan masyarakat melalui edukasi dan promosi tentang pentingnya upaya pelestarian lingkungan hidup untuk mengurangi risiko bencana. Seperti, upaya mengatasi deforestasi, mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan, serta mengurangi dampak aktivitas manusia yang merugikan ekosistem gunung, hutan dan pantai.

Dengan demikian, setiap orang dapat menjadi bagian dari upaya melindungi keanekaragaman hayati serta ekosistem di gunung, hutan, dan pantai. Termasuk melestarikan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Sementara, Cak nDan dengan komunitasnya di Kota Malang, yang telah mendedikasikan diri untuk ‘merawat’ alam dengan caranya sendiri. Konon, hasilnya juga mulai dirasakan oleh berbagai pihak.

Begitu juga dengan komunitas lain yang tidak disebut disini. Mereka, dengan kemampuannya, juga berbuat untuk pelestarian alam.

Ya, mereka adalah pekerja sunyi yang luput dari pemberitaan media. Bahkan kelakuan mereka yang memberi manfaat bagi kehidupan, enggan dipublikasikan. Semua itu, konon untuk menjaga keikhlasan sebagai ladang mencari pahala-NYA.

Musim hujan telah datang di penghujung tahun 2023, waktunya para pegiat alam dan pecinta lingkungan beraksi dengan penuh dedikasi dan loyalitas tanpa batas, menghijaukan gunung, dan hutan yang beberapa waktu lalu kering kerontang, meranggas dan terbakar oleh panasnya kemarau.

Mereka juga merawat pohon bakau  yang menjadi tempat hidup biota laut sekaligus penahan ombak alami agar tidak terjadi banjir rob, abrasi serta intrusi, yang membahayakan kehidupan. Bismillah, mari kita bersama merawat lingkungan alam sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salam Lestari. [eBas/JumatKliwon-15122023]