Sabtu, 03 Februari 2024

NIKMATNYA BERKAT RAPAT DARI RUMAH MBAK RATNA

    Alfin, salah satu pengurus ForumPRB Jatim, pulang dari rapat membawa berkat, untuk kawan-kawannya di Basecamp LC. Dengan penuh semangat, penghuni Basecamp menikmati masakannya mbakyu Sifa CS dengan lahap. Dadar jagungnya empuk dan gurih.

    Alhamdulillah, walau tidak hadir, namun sempat kecipratan menu rapat. Itu artinya, pengurus ingat kepada anggotanya (mitranya) yang tidak terlibat rapat (tidak ikut kegiatan). Sebuah pembelajaran yang sangat berharga, bahwa sebagai pengurus harus selalu ingat kepada anggotanya (mitranya).

    Janganlah rejeki yang diterima itu dinikmati sendiri, (bahkan di beberapa kasus, ada oknum yang tanpa rasa bersalah berusaha mengangkangi sendiri tidak mau diganti).

    Ingatlah bahwa penugasan dalam kegiatan itu atas nama organisasi. Maka berbagilah. Anggota (mitra) itu sudah senang kecipratan, walau sedikit, karena itu merupakan bentuk perhatian, apalagi diberi kesempatan. Lain lagi jika penugasan atas nama pribadi, tidak perlu dibahas.  

    Ya, hari Sabtu (03/02/2024) siang, pasaran kliwon, di rumah mbak Ratna, pengurus Forum PRB Jatim mengadakan rapat  yang ke dua, sebagai tindak lanjut rapat perdana di Kantor BPBD Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu.

    Dari berbagai sumber, diketahui bahwa rapat di rumah bendahara ini membahas rencana kegiatan masing-masing bidang. Salah satunya pelatihan bahasa isarat oleh bidang peningkatan kapasitas. Tentunya bidang yang lain juga tergelitik untuk membuat program, sehingga harapan Sekjen agar kepengurusan masa bhakti 2023 – 2026 berbeda dengan masa sebelumnya, dapat terwujud.

    Artinya, semua program yang akan dilaksanakan itu hasil kesepakatan rapat. Bukan program dadakan yang tetiba muncul dan dilaksanakan sendiri, untuk kemudian di klaim sebagai program organisasi. Sungguh itu tidak elok.

    Sayangnya Alfin, malam itu hanya membawa berkat untuk disantap Jamaah LC yang sempat merapat di Basecamp. Dia tidak bercerita apakah saat rapat juga dibahas hasil laporan pertanggungjawaban pengurus dan rumusan hasil musyawarah besar tahun 2023.

    Dimana, menurut mBakyu Anis Nadhiroh, hasil tersebut dapat menjadi bahan masukan dalam menyusun kebijakan dan agenda kegiatan pengurus masa bhakti 2023 – 2026. Paling tidak, dengan berkaca pada catatan dan peristiwa mubes di Sampang, program yang disusun di tahun yang bershio Naga ini, dapat berjalan dengan lebih baik, sesuai tagline “Kuat, Bermanfaat, dan Bermartabat”.

    Sambil menikmati berkat rapat di rumah mbak Ratna, Alfin hanya bercerita, bahwa warga kampungnya mbak Ratna sempat heboh karena Abah Budi dari Pamekasan membawa mobil ambulance. Disangkanya ada apa-apa dengan kesehatan mbak Ratna.

    Untungnya, sebagai seorang relawan yang sering terjun di lapangan, mbak  Ratna bergerak cepat, sehingga warga tidak ada yang datang “menengoknya”. Andai warga berdatangan, tentu akan mengganggu stabilitas hidangan peserta rapat, yang disiapkan oleh Tim Dapur Umum pimpinan Mak Yem, yang belum ikut sertifikasi profesi yang biayanya tiga juta rupiah, tanpa jaminan uang kembali. SalamWaras. [eBas/MingguLegi-04022024]

 

 

 

 

Rabu, 31 Januari 2024

SERTIFIKASI PROFESI BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA APA DIPERLUKAN ?

    Dari berbagai cerita kawan-kawan relawan yang sering terlibat langsung di lokasi ketika terjadi bencana, belum pernah terdengar ada petugas posko induk (biasanya dari unsur BPBD) meminta relawan untuk mengumpulkan sertifikat kompetensi yang dimiliki sebagai relawan penanggulangan bencana.

    Misalnya sertifikat sebagai petugas shelter, petugas pengumpul data, petugas pertolongan pertama, petugas pencarian dan penyelamatan, petugas pendistribusian barang, dan lainnya.

    Selama ini, relawan datang ke lokasi hanya menyerahkan surat tugas dari organisasinya atau dari lembaga yang menugaskan ke posko induk (itupun kadang tidak diminta, karena ketidak tahuan petugas posko).

    Banyak juga yang langsung ke lokasi, gabung dengan relawan yang sudah dikenalnya dan berkegiatan mengerjakan apa saja yang dapat dikerjakan untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Nyatanya beres. Masayarakat (petugas setempat) merasa terbantu, dan relawan puas ketika harus balik kanan.

    Seandainya di setiap kejadian bencana, relawan yang datang kelokasi diwajibkan membawa dan menunjukkan sertifikat kompetensi, dapat dipastikan banyak relawan yang balik kanan dan penanganan korban bencana akan terhambat karena keterbatasan personil.

    Korban bencana akan semakin lama menikmati penderitaannya. Sementara yang sakit dan terluka pun semakin rentan menuju kematian karena kelaparan dan kesakitan. Semoga persyaratan serifikasi kompetensi tidak diberlakukan untuk situasi darurat.

    Beberapa hari yang lalu, ada sebuat Tempat Uji Kompetensi menginformasikan bahwa lembaganya akan menyelenggarakan sertifikasi profesi bidang penanggulangan bencana.

    Adapun skema kompetensi yang diujikan adalah sebagai petugas hunian, Pengumpul data, Kaji cepat, Pertolongan pertama, Pencarian dan penyelamatan, Pendistribusian bantuan, Operator air bersih, dan Operator pelayanan sanitasi. Biayanya RP. 3.000.000,- (terbacatiga juta rupiah). Cukup terjangkau oleh dompet (milik orang yang kelebihan uang).

    Dikatakan pula bahwa tujuan sertifikasi itu untuk memberikan pengakuan atas kemampuan, dan keahlian yang dimiliki melalui tahapan uji kompetensi. Maka bagi pelaku penanggulangan bencana, lisensi kompetensi ini merupakan pengakuan kompetensi yang dimiliki sesuai tuntutan professional penanggulangan bencana.

    Bagi sahabat tangguh pelaku bencana yang belum memiliki sertifikat segera siapkan diri Anda. Jangan lupa buat portofolionya, sekaligus berkas pendukung lainnya.

    Tanggapanpun beragam. Ada yang bernada ngeledek, sebagai bentuk ketidak berdayaan. Apakah sertifikat dapat digadaikan ?. mungkin si penanya itu juga mengajak berfikir panjang, untuk melihat kebermanfaatannya punya sertifikat profesi tersebut. Apakah bermanfaat dari segi ekonomi atau semata untuk pengakuan dan demi gengsi ?.

    Heru, seorang relawan senior, dalam komentarnya mengatakan bahwa, Dia ga sanggup ikut sertifikasi. Uang sebanyak itu mending gawe ngopeni lan nyukupi keluarga. Ga duwe sertifikat ga popo, tapi tetep berkarya dadi relawan

    “Tak dadi relawan di sela sela ngopeni lan nyukupi keluarga. Nek pas kejadian ono wektu iso budhal, yo budhal. Ga iso budhal. yo ndungake wae. Nek ning lokasi bencana di tolak mergo ga duwe sertifikat, yo ga popo. Nglakoni po sing iso dilakoni,” Katanya dalam bahasa jawa.

    Apa yang dikatakan Heru tampaknya mewakili suara dari banyak relawan, khususnya yang tidak tergabung dalam sebuah lembaga kemanusiaan (mereka yang bertugas sebagai pekerja kemanusiaan dan dibayar). Namun percayalah, walaupun tanpa sertifikat, semangat relawan membantu sesamanya, tidak pernah kendor.

    Selamat bagi mereka yang berkesempatan mengikuti sertifikasi profesi bidang penanggulangan bencana, mumpung ada yang “mbayari” dari kas lembaga, atau dicubitkan anggaran daerah.

      Tampaknya jika harus mengeluarkan kocek pribadi untuk sertifikasi, masih banyak yang harus berfikir dua belas kali, terkait dengan kebermanfaatannya sertifikat terhadap sesejahteraan dalam arti luas.

    Apalagi, banyak karyawan BPBD dan BNPB yang  belum ikut sertifikasi profesi karena berbagai alasan. Diantaranya takut di pindah ke lain kantor pasca sertifikasi, sehingga sertifikatnya tidak berguna di kantor barunya. Kalau begini, siapa yang akan bertenggungjawab ?.

    Makanya, cerdaslah menerima tawaran sertifikasi profesi bidang penanggulangan bencana. Kecuali ada kuota, ambil saja. Dulu banyak relawan yang ambil sertifikasi berbasis kuota, namun nyatanya tidak berguna. Entah kenapa. [eBas/KamisPon-01022024]  


 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 28 Januari 2024

GAIRAH BERFORUM PASCA RAPAT PERDANA

    Sungguh tidak dinyana, pasca rapat perdana, rabu kliwon (24/01/2024) di Kantor BPBD Provinsi Jawa Timur, gairah berforum tampak diwajah pengurus yang dipilih mBah Darmo untuk membantu menggerakkan organisasi yang bernama F-PRB Jawa Timur. Apalagi, banyak “wajah baru” yang muncul dengan segala kapasitas dan pengalaman di bidang pengurangan risiko bencana.

    “Wajah baru” yang sebenarnya orang lama itu, diharapkan dapat memotivasi pengurus lama yang masih dipercaya mBah Darmo untuk membenahi kabinet masa bakti 2023 – 2026 yang lebih baik lagi. Khususnya dalam hal prencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan program yang disepakati. Tentunya juga berkaca pada hasil kesepakatan mubes di Sampang.

    Masing – masing personil dimasukkan ke dalam bidang – bidang yang menurut mBah Darmo sesuai dengan kapasitasnya, sesuai konsep ‘The right man on the right place’.

    Salah satu bidang yang sementara ini paling bergairah adalah, bidang publikasi dan kampanye. Ra Mamak, sebagai ketua bidangnya. Pria yang sering bergelut di berbagai media sosial ini langsung tancap gas membeberkan rencananya untuk ”mengibarkan” keberadaan F-PRB Jawa Timur, lewat media sosial. Diantaranya website, youtube, podcast, instagram, dan lainnya yang memungkinkan dijangkau.

    Pria berkacamata ini mengatakan, kami akan mencoba membuat lapak medsos khusus F-PRB Jatim yang baru, dimana kendali isi kontent akan dirembuk bersama, baru kita lepas ke publik melalui medsos.

 “Pasca ini kita coba F-PRB Jatim membuat podcast, dengan titik tekannya komunitas/person yang sudah berkegiataan, khususnya di issue pengurangan risiko bencana,” Ujarnya bergairah.

     Dikatakan pula banyak Kegiatan dan ide teman – teman di Jatim sudah saatnya diangkat ke permukaan. Semoga 'alat perang' ini bisa menaikkan grade F-PRB Jatim  secara regional dan nasional.

    “Nanti, sesekali kita akan minta semua F-PRB Kabupaten/Kota mengirimkan semua kegiatannya, kemudian kita racik untuk di publish di kanal kanal F-PRB Jatim. Karena, tidak semua media mainstream suka dengan isu kemanusiaan dan masalah kebencanaan,” Katanya meyakinkan.

    Sungguh, apa yang digagas oleh ketua Bidang Publikasi dan Kampanye ini sejalan dengan harapan mBah Darmo, bahwa F-PRB Jatim sebagai suporting, agar FPRB Kab/Kota, dan Lembaga lainnya yang dikedepankan. Agar dapat maju bersama, besar bersama, kuat beraama, bermanfaat bersama, dan tentunya bermartabat bersama.

    “Saya yakin seyakin -yakinnya terhadap kabinet periode ini, karena semua sudah menanda tangani komitmen untuk berbuat bersama demi kemajuan F-PRB Jatim,” Katanya.

    Terkait dengan gairah yang menggebu dari bidang Publikasi dan Kampanye, pria alumni magister kebencanaan UPN Veteran Jokja, mengatakan, mengatakan, baik buruknya F-PRB Jatim kedepan ada di bidang ini. Tapi saya yakin dengan orang - orang profesional di bidang ini, pasti kedepan F-PRB Jatim lebih baik dari yang kemarin.

    Sementara, Syai Satory, salah satu anggota bidang Publikasi dan Kampanye, siap membantu lewat peliputan berita sesuai kaidah jurnalistik, seperti yang ditekuninya selama ini.

    Saking bergairahnya, bidang ini juga sudah mengagendakan untuk bertemu, ngopi barengan untuk menyamakan chemistry, guna mewujudkan angan yang sedang dibangun. Rencananya minggu pertama bulan February 2024, sebelum coblosan pilpres dan pilleg.

    Semoga gairah berforum ini juga ada di setiap bidang. Karena, masukan dari masing- masing bidang, termasuk informasi dari pengurus F-PRB Kabupaten/Kota serta lembaga lainnya, yang akan menjadi bahan untuk menyusun reportase bidang Publikasi dan Kampanye. Semoga Pak Sekjen segera mengkondisikan semua bidang mumpung gairah itu masih “on fire”.  Wallahu a’lam bishowab [eBas/MingguWage-28012024]

 

 

   

 

 

 

 

 

 

Rabu, 24 Januari 2024

RAPAT PERDANA BERJALAN DINAMIS PULANGNYA DAPAT TAS GRATIS

Kemarin, hari rabu kliwon (24/01/2024) pengurus Forum PRB Jatim hasil mubes di Sampang, akhir September 2023, mengadakan rapat perdana, bertempat di Kantor BPBD Provinsi Jawa Timur. Hampir semua pengurus yang dipilih hadir dengan semangat baru. Kecuali mereka yang tidak hadir karena alasan tertentu.

Wajah-wajah baru pun bermunculan. Masing-masing dengan kapasitas yang dimiliki, siap memperkuat kepengurusan Forum PRB masa bakti 2023- 2026. Dengan bercampurnya wajah lama dan wajah baru, tentu akan membawa aroma tersendiri dalam menjalankan organisasi.

Rapat yang sempat molor karena masalah tempat, berjalan dengan sersan, serius tapi santai. Hal ini ditunjang ruangan yang dingin dan snack nya yang istimewa, membuat rapat berjalan dinamis penuh warna.

mBah Darmo, sebagai Sekjen terpilih, sangat menguasai arena. Penjelasannya rinci dan mudah dipahami. Hal ini mendorong peserta rapat untuk memberikan saran dan harapan demi gerak roda organisasi yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua.

Ada masukan yang mengharapkan adanya sinkronisasi antara visi dan misi. Juga ada yang berharap agar semua pembahasan dan masukan yang dihasilkan lewat mubes di Ponpes assirojiyyah, Sampang hendaknya ikut menjadi pertimbangan dalam penyusunan program pengurus, sebagai upaya pembenahan manajemen organisasi.

“Semua rapat dan kegiatan forum hendaknya dikerjakan secara profesional. Ada notulennya, ada dokumentasinya, dan juga ada laporannya sebagai dokumen yang dapat dijadikan cermin kegiatan selanjutnya,” Kata pengurus baru tapi muka lama.

Bahkan ada yang usul agar ke depan semua kegiatan harus dilakukan secara transparan, tidak slinthutan. Termasuk dalam pembagian jatah kaos, juga harus diberikan kepada semua yang terlibat dalam kegiatan tanpa ada alasan, kaosnya sudah habis. (karena diberikan kepada kelompoknya sendiri).

“Harga kaos sih tidak seberapa. Tapi kaos gratisan yang diberikan saat acara itu sangat berkesan mendalam di dalam hati sanubari yang terdalam, dan sangat membanggakan. Layak untuk dipamerkan kepada kolega dan tetangga,” Ujarnya berapi-api, mungkin sering tidak diberi.

Dapat dipastikan semua pengurus baru, dengan semangat baru, sepakat untuk berbenah diri agar tampil beda dengan pengurus lama, termasuk dalam menjaga marwah forum PRB Jawa Timur.

Untuk itu diperlukan komitmen yang kuat dalam berorganisasi, sehingga tidak akan muncul lagi istilah 4L (Lo Lagi Lo lagi). Namun perlu disadari bahwa gejala 4L itu sulit dihindari apalagi dihilangkan. Karena erat kaitannya dengan kapasitas  dan performa seseorang.

Maka dari itu, upaya peningkatan kapasitas bagi pengurus forum menjadi sebuah keharusan, jika berkeinginan untuk membuang kebiasaan 4L. Sungguh, semua sepakat rapat perdana ini hendaknya ada kelanjutannya untuk membulatkan konsep perubahan yang diinginkan. Ya, harus segera diagendakan mumpung semangatnya belum padam.

Alhamdulillah, suasana rapat perdana ini terus berjalan penuh semangat sampai di penghujung rapat. Apalagi BPBD juga memberikan tas gratis sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya rapat yang penuh dinamis.

Kira-kira rapat selanjutnya akan dapat gratisan apalagi ya, selain rompi yang dijanjikan ?. SalamTangguh. Salam kompersa.[eBas/KamisLegi-25012024]   

 

    

 

Senin, 22 Januari 2024

NGAMEN

Aktivitas ngamen dapat diartikan sebagai kegiatan bernyanyi dan kemudian meminta sumbangan seikhlasnya (kadang juga sedikit memaksa). Namun sekarang ngamen itu tidak selalu bernyanyi. Ada juga yang berdeklamasi atau memberi nasehat dan doa seperti layaknya seorang pendakwah yang sedang ceramah.

Kini di jaman yang katanya modern, aktivitas ngamen semakin bervariasi, mengikuti perkembangan jaman dan bahkan ada yang menjadikan sebagai sebuah pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Tulisan tentang ngamen ini tercipta gegara Fathoni, seorang akademisi yang juga relawan ternama dikancah nasional, dalam pastingannya di grup whatsapp Relawan PB Jawa Timur, senin pon (22/01/2024). 

Dia mengatakan bahwa, Namanya pejabat relawan itu hanya action ngamen buat fulus ajah. Nah kalau saat kejadian bencana, malah gak nongol alasan masuk angin minta dikerokin. Apalagi musim kampanye banyak jadi relawan kampanye jadi-jadian.

Entah apa maksud dari postingannya, dan siapa yang dituju juga tidak tahu. Yang jelas, istilah ngamen itu kini juga menjadi plesetan kata oleh sebagian orang dan Komunitas. Disini, ngamen diartikan sedang menjalankan kegiatan atas perintah orang atau lembaga, yang ada bayarannya.

Contoh dalam sebuah kalimat. “Alhamdulillah kali ini saya diajak ngamen Cak Kaspo dalam program fasilitasi destana dan SPAB,” Kata Mukidi kepada Markonah.

Contoh lain, “Maaf saya jarang ikutan cangkruk’an karena sibuk diajak ngamen kesana kemari oleh teman menjalankan programnya lembaga di Jakarta. Eman-eman ini kesempatan. Tolong urusan cangkruk’an di handle dulu ya,” Kata Dalbo yang rajin kasak kusuk cari peluang diajak ngamen. Bahkan menggunakan cara selinthutan agar dapat jatah ngamen.

Dua kalimat di atas, tampaknya juga sangat familier di telinga para pegiat kemanusiaan bidang pengurangan risiko bencana. Buktinya Fathoni menggunakannya untuk “menembak” entah siapa dan mengapa harus ”ditembak”. Sehingga tidak jarang menjadi bahan olok-olok diantara mereka, dalam suasana gembira sambil menikmati hasil ngamen.

Apakah aktivitas ngamen itu salah ?. Jelas tidak salah, juga tidak berdosa. Karena, semuanya dapat diatur. Semua ada maqomnya. Yang biasa ngamen ya akan selalu berupaya terus ngamen kemana saja, tentang apa saja, bersama siapa saja, dengan materi apa saja, yang penting ada fulusnya.

Biasanya, saking asiknya ngamen, maka akan ada yang dikorbankan, dan sering kali semakin pilih-pilih dalam mencari tugas, tentunya yang menguntungkan, dan tugas gratisan akan disepelekan dengan seribu tuju alasan.

Sementara bagi yang tidak pernah ngamen, ya sudah silahkan menikmati aktivitas yang gratisan saja sambil makan snack yang ada saja.

Tentu saja aktivitas ngamen ini ada positif negatifnya. Namun penulis belum dapat mendiskripsikan tentang positifnya apa dan negatifnya apa. Termasuk bagaimana solusi untuk menangani masalah ngamen ini bagi kemajuan komunitas.

Perlu ngobrol bareng dulu dengan banyak pihak, untuk menyerap informasi tentang aktivitas ngamen yang katanya selalu berarti fulus oriented.

Untuk mereka yang sedang ngamen, teruslah mengamen karena rejekimu ada di situ. Tidak usah terpengaruh oleh tulisan ini. Anggap saja semua hanya sebuah cara mengingatkan mereka yang suka ngamen agar tidak melupakan keberadaannya di dalam komunitas.

Ingat tujuan masuk komunitas itu untuk bersama-sama memajukan komunitas, bukan semata-mata mencari peluang untuk ngamen dan ngamen terus.  Salam Waras. [eB/ndleming dewe udung ngopi]

GAGASAN DARI SISI BARAT SEGERA DI EKSEKUSI AGAR TIDAK BASI

“Ndan kapan Relawan Suroboyo dapat berkolaborasi di semua lini, ayo ta Ndan, biar bisa terpetakan expert nya masing-masing personil. Ini penting, cek gak nglembruk Nang Posko OPSAR ketika ada kejadian. Kalo gini terus, judulnya Suroboyo Mbledak Morat Marit, hahaha,” Kata Komandan Sisi Barat lewat postingan di grup whatsapp.

Jelas postingan ini ditujukan ke nDan Yogi, ketua Posko Bersama Relawan Surabaya, untuk segera mengambil langkah cerdas mengadakan koordinasi antar komunitas relawan yang ada di Kota Surabaya guna menyusun rencana kegiatan yang dapat dilakukan secara kolaboratif selama tahun politik, 2024.

Sementara anggota grup lainnya langsung menyahut dengan berbagai komentar yang intinya sangat setuju dengan gagasan Komandan Sisi Barat, ngapi sambil koordinasi,

Ndan Yogi pun menanggapi singkat, ”Ayo ngopi, tak siapkan tempatnya,”. Rupanya gayung bersambut. Tinggal bagaimana mengkongkritkan rencana di tengah musim hujan yang tidak menentu kapan turun hujannya.

Dalam postingannya, beliau mengatakan, begini lho maksud saya, kita ini kan tergabung di dalam grup whatsapp Relawan Suroboyo Bersatu dengan berbagai kompetensi yang beragam. Semua potensi ini hendaknya dapat terpetakan menurut cluster. Misalnya Cluster SAR, terdiri dari sekian personil datang dari mana, dan apa saja sarpras pendukung yang dimiliki. Begitu seterusnya.

“Sesuai analisanya waktu ikut Ops Bumi Saripraja kemarin, masih belum terkondisi nya hal hal tsb, Namanya Ops ya harus SSWW,” Kata Komandan Sisi Barat mencoba menjelaskan sesuai kondisi di lapangan.

Termasuk masalah keposkoan & Management nya, termasuk Struktur Ops, metode, Sekenario Ops, serta Komunikasi Ops, SOP Ops, dan potensi SDM yang sesuai bidang kemampuan,

Masih kata penggemar batu akik ini, dari dua analisa tersebut, maka terganggulah pikiran saya, untuk mengganggu pikiran kawan kawan di RSB ini untuk bagaimana berkolaborasi yang benar dan tepat, bukan berkolaborasi grubyak grubyuk.

Alhamdulillah, masih kata seniornya relawan, korban bisa ketemu, dalam waktu tidak terlalu lama, seandainya terjadi pencarian sesuai SOP Ops, 24 jam x 7 + ? = .... apakah Energi tidak terbuang banyak, Apakah kita Superman ? ya walaupun tabah sampai akhir, yang akhirnya ketika Ops di tutup kita sendiri yang masuk Rumah Sakit, dan kemungkinan bisa rawat inap ( semoga kita diberikan kesehatan).

“Maka dari itu ayolah kawan coba kita kolaborasi mengadakan simulasi yang mendekati 70 persen kejadian. Ayo kapan kita agendakan?,” Ujarnya serius.

Beliau juga mengajak kapan mulai mendata potensi potensi yang kompeten dan berlatih bersama untuk meningkatkan kompetensi di bidang nya, walaupun tanpa atau tersertifikasi. Kalau sekedar piagam tanda pernah ikut kegiatan nanti saya buatkan.

“Demikian provokasi yang saya buat, semoga kawan-kawan terganggu pikiran dan pemikirannya. Suroboyo wani lek dadi siji. Salam Tangguh,” Pungkasnya.

Sungguh, narasi panjang dari Komandan Sisi Barat ini sangat menginspirasi. Tinggal bagaimana kita sebagai anggota grup whatsapp memaknainya. Apakah hanya menunggu atau aktif berinisiatif mendorong terwujudnya acara ngopi bareng membahas gagasan cerdas dari Komandan Sisi Barat ini.

Namun perlu diingat, bahwa upaya penanggulangan bencana di Kota Surabaya ini sudah tertangani dengan baik. Banyak instansi yang terlibat dengan SDM yang mumpuni dengan dukungan sarana prasarana yang memadai. Ya, konon mereka sudah punya relawan sendiri yang siap bekerja tanpa bantuan relawan lain. 

Ini juga menarik untuk bahan diskusi sambil ngopi, guna menggagas sendiri kegiatan komunikasi, edukasi dan informasi masalah PRB, termasuk mengadakan simulasi bencana yang ada di Kota Surabaya. Ayo ngopi bareng di Basecampnya PBRS atau di markasnya SAR-SER.  Atau dimana gitu.  

Karena, tanpa didahului dengan ngopi bareng, sangat mustahil gagasan tersebut dapat terwujud. Kecuali ada dekengan pusat untuk mewujudkannya. nDan Yogi telah menawarkan tempat untuk ngopi bareng, terus nunggu apa lagi kalau tidak segera di eksekusi?. Salam Waras [eBas/SeninPon-22012024]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 21 Januari 2024

SERTIFIKAT PELATIHAN ITU PERLU DAN DIPERLUKAN ?

Bermula dari kolaborasi terbatas antara Jamaah LC, RNPB-LMI, dan Mahagana Unair, untuk mengadakan upgrade pengetahuan dan keterampilan masalah pertolongan pertama pada kecelakaan, mereka bersepakat mengadakan pelatihan Medical First Responder dan Moving Transportation, minggu (21/01/2024).

Kegiatan yang bertempat di Basecamp LC ini sebenarnya banyak yang berminat. Namun karena keterbatasan anggaran untuk pengadaan konsumsi, maka pelatihan kali ini hanya diikuti oleh 20 peserta’.

Alfin, sipenjaga Basecamp Lc mengatakan bahwa pelatihan ini sekedar belajar bersama untuk mengingat kembali pengetahuan dan keterampilan yang pernah didapat dari berbagai sumber, tanpa berharap akan mendapat sertifikat, karena kegiatan ini hanya sekedar sharing session. Walaupun begitu, nara sumbernya sangat mumpuni. Tirta Muhammad Risky, alumni Unair, jurusan keperawatan.

“Melihat banyaknya animo peserta yang ingin ikut, Next time kita bisa berkolaborasi, yang penting mau saling berbagi dan mengutamakan ilmu dibandingkan sekedar mendapat sertifikat,” Ujarnya..

Sementara itu, Roy Tugas, salah satu anggota grup whatsapp Relawan Suroboyo Bersatu mengatakan bahwa sertifikat itu juga penting sebagai tanda yang bersangkutan mempunyai kemampuan di bidang tertentu, untuk keperluan tertentu.

Perlu disadari bahwa pemberian sertifikat itu ada dua macam. Pertama, sertifikat yang diberikan kepada seluruh peserta yang terdaftar dalam sebuah acara pelatihan, rapat, diskusi, sarasehan dan sejenisnya, tanpa melihat kontribusi peserta selama kegiatan dan hasilnya.

Artinya, dalam kegiatan itu, yang penting peserta terdaftar dalam absen untuk keperluan administrasi panitia. Setelah absen, peserta bebas memilih. Apa memilih duduk di belakang sambil guyon menikmati snack, dan melamun sambil terkantuk-kantuk. Atau duduk di depan, serius menikmati acara yang dikemas panitia.

Sementara, yang ke dua adalah, sertifikat yang diberikan oleh lembaga profesional dibidangnya kepada seseorang yang telah mengikuti pelatihan tertentu dalam jangka waktu tertentu dan dianggap layak menerima sertifikat sesuai kompetensinya.

Biasanya pelatihan jenis kedua ini pelaksanaannya ribet. Ada “aturan” tertentu yang harus diikuti, dan tidak semua komunitas/organisasi dapat menyelenggarakannya. Jamaah LC adalah salah satu komunitas/organisasi, yang belum berani menyelenggarakan pelatihan jenis ke dua ini.

Untuk itulah, beberapa kali kegiatan pelatihan yang digelar oleh Jamaah LC sifatnya hanyalah sharing session. Belajar bersama berbagi pengalaman dan bertukar informasi, dalam rangka menambah wawasan, relasi dan keterampilan, agar siap setiap saat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Ingat kata orang bijak mengatakan bahwa tidak ada orang yang terlatih, yang ada adalah orang yang selalu berlatih. Untuk itulah perlunya melakukan update dan upgrade diri agar tidak tertinggal oleh perkembangan jaman yang sangat dinamis.

Percayalah, bahwa 20 personil yang mengikuti pelatihan MFR and Moving Transportation kali ini, tidak serta merta langsung menjadi “sosok jagoan yang mumpuni” dibidangnya. Perlu terus berlatih dan selalu berlatih. Seperti halnya sebuah pisau. Semakin sering diasah akan semakin tajam. Wallahu a’lam bishowab. [eBas/SeninPon-22012024]